Saturday, February 4, 2012



BANKING AND GENERAL WORKSHOP
SOFTSKILL TECHNIQUES
Duration: 2 days seminar
LEADERSHIP
TFP (THINKING-FEELING PROCESSING)

Latar Belakang
Proses pemecahan masalah, akan selalu dilaksanakan dengan memanfaatkan pikiran-perasaan.  Pemanfaatan pikiran-perasaan yang berfungsi sebagai pengolah masalah, akan selalu dilandasi dan dilatar belakangi pengetahuan–pengalaman.  Inilah yang kami maksud dengan  TFP (Thinking-Feeling Processing) di atas.

TFP (Thinking-Feeling Processing) akan dilaksanakan oleh seorang atasan dan juga bawahan yang dihadapi.  Disinilah persoalan kepemimpinan : “bagaimana kita dapat mengendalikan diri kita sendiri untuk dapat mengendalikan orang lain (bawahan)” perlu kita pahami.

TFP on Leadership sangat berguna dalam penerapan kepemimpinan yang ditujukan untuk mengubah dan membentuk sikap dan tingkah laku bawahan ke arah yang lebih efektif dan lebih efisien.
Masalah kepemimpinan yang berkaitan erat dengan proses perubahan dan pembentukan sikap dan tingkah laku manusia (bawahan), perlu dilandasi pemahaman  TFP Concept  yang baik dan mendalam.

Tugas kepemimpinan adalah : membina dan mengarahkan bawahan agar dapat mencapai tujuan.

Persoalan dalam kepemimpinan terletak pada pertanyaan : “bagaimana kita dapat mengendalikan diri kita sendiri untuk dapat mengendalikan orang lain (bawahan)”.

Penerapannya dapat dilaksanakan melalui proses komunikasi yang berkembang menjadi interaksi

Untuk membangun proses interaksi yang selaras dan efektif diperlukan pemahaman yang baik dan mendalam menge-nai proses perubahan dan pembentukan sikap dan tingkah laku manusia (bawahan)

Selanjutnya diharapkan para peserta dapat menjadi pemim-pin yang baik dan efektif, mampu mendorong bawahan untuk bekerja dengan penuh kesungguhan dan ketulusan.

Tujuan dan Manfaat
Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan para peserta dapat :
·         Memahami gaya kepemimpinannya sekarang ini sebagai titik awal pengembangan lebih lanjut
·         Memahami kemampuan penyesuaian gaya kepemimpinannya sekarang ini
·         Memahami kemampuan komunikasi pada masa sekarang ini dan pengembangannya untuk masa mendatang

Memahami manusia (bawahan) lebih mendalam :
1.      Fungsi dan peran pkiran-perasaan
2.      Fungsi dan peran pengetahuan-pengalaman
3.      Motif dan motivasi manusia (bawahan) pada umumnya
4.      Proses perubahan sikap dan tingkah laku bawahan
5.      Komunikasi dan interaksi kepemimpinan

Penyelarasan komunikasi kepemimpinan :
1.      Memahami tahap proses perubahan sikap
2.      Memahami tuntutan dasar tahapan perubahan sikap
3.      Langkah dalam memenuhi tuntutan perubahan sikap

Membangun kepemimpinan yang baik dan efektif :
1.      Memelihara hubungan-membangun dukungan
2.      Memelihara dukungan-meningkatkan semangat
3.      Memelihara semangat-meningkatkan motivasi 
4.      Menangani kekeliruan bawahan
5.      Ekspresi penanganan kesalahan bawahan
6.      Menangani kesalahan bawahan yang tidak dapat ditolerir


Metode Penyajian
Untuk menanamkan pemahaman dan penghayatan peserta demi efektivitas pelaksanaan pelatihan, penyajian materi kami sampaikan dengan cara :
1.      Pemaparan singkat konsep bahasan
2.      Pengukuran keterampilan komunikasi & kepemimpinan
3.      Diskusi interaktif dan diskusi antar peserta
4.      Game motivasi
5.      Simulasi pemahaman perubahan sikap
6.      Penghayatan dan antisipasi komunikasi kepemimpinan
7.      Pendalaman penghayatan - Role play
8.      Penanaman tekad pengembangan kepemimpinan


Catatan Materi Pelatihan
Materi dasar pelatihan bersifat original yang kami kembangkan atas dasar pengetahuan dan pengalaman yang kami miliki. Konsep dasar materi pelatihan menyangkut pengembangan sikap dan tingkah laku manusia yang kami terapkan dalam bidang kepemimpinan.


Peserta
Karyawan / tenaga kerja yang mempunyai bawahan (anak buah)

Waktu Pelaksanaan
Pelatihan dilaksanakan selama 12 (dua belas) jam efektif yang dilaksanakan dalam 2 (dua) hari pertemuan.


 Instruktur
Drs. Moch.Husni, MBA
Lulus di Fakultas Psikologi Unpad. Menyelesaikan program WM – LLPM  dan program MBA – LPPM. Pernah sebagai pimpinan usaha dengan jabatan direktur pelaksana. Dalam aktivitas sebagai marketing manager telah mengembangkan dan memanfaatkan TFT Concept kebidang pekerjaan yang di emban, menyangkut Pemasaran, berhasil melaksanakan pembinaan dan pengembangan kepemimpinan bawahan langsung,  mengembangkan kepemimpinan yang baik dan efektif melalui pembinaan intensif.

Sering sebagai penyelenggara pelatihan dan diskusi intensif, juga melaksanakan bimbingan dan pendampingan  langsung dalam penerapan TFP Concept di berbagai bidang, memiliki keberanian yang terarah dalam melalui pelaksanaan pendampingan.


PENYELENGGARA
Prima Consulting Group
Jl Burung Gereja SH No. 16 Bintaro Jaya Sektor 2, Jakarta Selatan 15412
Telp : 021-7351946, 021-32025258 Fax 021-7351946
Email consulting.prima@yahoo.com
Segala informasi tentang Workshop dapat melalui Contact Persons: Rahma Hp. No :08159927946


 Jadual

Hari Pertama
Sesi 1
09.00 – 10.30
Kunci keberhasilan dalam memimpin
-          Kesediaan mengubah kebiasaan kurang efektif
-          Perkenalan dari fasilitator
-          Kepemimpinan : Tujuan dan persoalan
-          Pengukuran gaya kepemimpinan saat ini
-          Pengukuran kemampuan penyesuaian gaya
10.30 – 10.45
Break
Sesi 2
10.45 – 12.15
Gaya dan penyesuaian gaya kepemimpinan
-          Pengukuran kemampuan komunikasi
-          Letak tujuan komunikasi dan interaksi
-          Perubahan sikap ; medan garap komunikasi
-          Penyampaian dan penerimaan pesan 
12.15 -13.15
Istirahat
Sesi 3
13.15 – 14.45
Mengenal manusia lebih mendalam
-          Fungsi dan peran pikiran-perasaan
-          Fungsi dan peran pengetahuan-pengalaman
-          Motif dan motivasi dalam praktek
-          Proses perubahan tingkah laku bawahan
-          Tuntutan tahapan perubahan sikap
-          Pandangan terhadap diri sendiri
14.45 -15.00
Break
Sesi 4
15.00 – 16.30
Memelihara hubungan-membangun dukungan
-          Pemenuhan langkah membangun dukungan
-          Latihan penerapan membangun dukungan
Hari Kedua
Sesi 1
09.00 – 10.30
Memelihara dukungan-meningkatkan semangat
-           Pemenuhan langkah meningkatkan semangat
-        Latihan penerapan meningkatkan semangat
10.30 – 10.45
Break
Sesi 2
10.45 – 12.15
Memelihara semangat-meningkatkan motivasi
-            Pemenuhan langkah meningkatkan motivasi
-            Latihan penerapan meningkatkan motivasi
12.15 -13.15
Istirahat
Sesi 3
13.15 – 14.45
Menangani kekeliruan bawahan
-            Langkah menangani kekeliruan bawahan
-            Latihan menangani kekeliruan bawahan
14.45 -15.00
Break
Sesi 4
15.00 – 16.30
Ekspresi menangani kesalahan bawahan
-            Komunikasi penanganan kesalahan bawahan
-            Latihan menangani kesalahan bawahan
-            Rangkuman untuk menjadi pemimpin yang baik dan efektif.
15.00
Penutupan

BANKING AND GENERAL WORKSHOP SOFTSKILL TECHNIQUES Duration: 1 days seminar MOTIVATION


BANKING AND GENERAL WORKSHOP
SOFTSKILL TECHNIQUES
Duration: 1 days seminar
MOTIVATION

  I.      LATAR BELAKANG

Meningkatnya tantangan dan kesulitan kehidupan karena semakin menurunnya sumber daya penunjang kehidupan, disertai dengan meningkatnya tuntutan kualitas karya agar mampu selaras dengan peningkatan kompetesisi dalam kehidupan pada umumnya maupun dunia pekerjaan pada ukumnya, membutuhkan suatu motivasi bagi membangkitkan semangat dan kesetiaan atas langkah kehidupan.
Oleh karena itu kegiatan pelatihan Motivation diyakini mampu sebagai salah satu cara untuk memberikan suatu pencerahan dan kesadaran yang hakiki dan mengena untuk menelaah kembali langkah yang telah dilaksanakan, mengkaji ulang apa yang sedang dikerjakan dan kesiapan dalam menghadapi hari-hari mendatang, seberat apapun kondisi dan tantangan yang akan dihadapi dalam kehidupan pribadi maupun organisasi.  
Pelatihan (workshop) ini didisain dalam bentuk metode interaktif di antara instruktur, yang merupakan gabungan dari kajian beberapa filsafat yang mendalam dari beberapa filsuf dunia namun dikemas dalam bentuk pemahaman yang ilmiah dan populer, kasus aktual maupun pengalaman kehidupan keseharian, untuk mampu memberikan suatu bentuk kesadaran dan pemahaman kehidupan yang ideal, melegakan dan membahagiakan.  Secara umum diharapkan hasil pelatihan akan mampu menggali kesadaran para jajaran pegawai untuk menggali hal-hal indah yang telah terinternalisasi dan inheren di dala diri, membekali para jajaran pegawai dengan kesadaran tinggi untuk kembali melaksanakan karya kesehariannya, dalam kehidupan maupun baktinya dalam pekerjaan dengan tingkat kesadaran dan tanggungjawab yang lebih tinggi.

II.      MAKSUD DAN TUJUAN WORKSHOP

Setelah mengikuti workshop ini diharapkan para peserta akan dapat memahami secara mendalam mengenai
1.      Manfaat motivasi sebagai bekal dalam menghadapi peningkatan tantangan kehidupan dan target organisasi
2.      Menggali keindahan keunggulan yang telah terinternalisasi dan inheren di dalam diri serta meningkatkan kemampuan untuk lebih mampu menghadapi kondisi yang ada

III.      PESERTA WORKSHOP

Workshop ini dirancang untuk para profesional dalam bidang perbankan dan perusahaan umum, khususnya yang berprofesi sebagai:
1.      Operation manager dan staff
2.      Business manager dan staff’
3.      Marketing manager dan staff
4.      Berbagai fungsi operasional dan non operasional

IV.       MATERI WORKSHOP

Materi workshop disusun dalam beberapa materi umum workshop sebagai berikut:
1.      The power of motivation
a.      Elemen motivasi
b.      The power of motivation
c.      Seven rules of motivation
d.      Vision and motivation
2.      Dream management
a.      How to make our dream come true
b.      Keep dreaming, keep hoping
c.      Develop your dream
3.      The power of mind and belief
a.      Zero and no mind perception
b.      Hidup sebagai produk ciptaan pikiran
c.      Kesamaan sudut pandang dan sikap
4.      Goal to reach
a.      The power of goal
b.      Just do it, be your self
c.      Be consistent and persistent
d.      The beauty of action plan
5.      Managing change
a.      Philosophy of change
b.      The successful change process
c.      To awaken the champion within
6.      Learning from failure
a.      The secret of success
b.      Breaking our comfort zone
c.      Kegagalan sebagai anugerah
d.      Learning from failure
e.      Jalan kehidupan penuh keindahan
f.        Kebaikan sebagai keniscayaan: bagai tangan menunjuk bulan
7.      There is no impossible to reach
a.      Change your thinking
b.      Reaching your dream, reaching a star
Yang seluruhnya akan digunakan dalam menggali keindahan dalam diri dan menyelaraskannya dalam bentuk semangat motivasi yang tepat dan mengena dalam mengembangkan kemampuan diri agar lebih siap dan mampu menghadapi kondisi yang sedang dan akan dihadapi dalam kehidupan maupun pelaksanaan kegiatan pekerjaan sehari-hari

V.      METODE PEMBELAJARAN

1.      Metode penyajian dilaksanakan secara interaktif, terintegrasi dan simultan di antara bentuk:
a.      Presentation by lecturer
b.      Case study
c.      Video simulation
d.      Discussion
2.      Tiga hari sebelum dimulainya pelatihan, kepada calon peserta akan disampaikan Preconditioning Document, berupa penjelasan singkat mengenai esensi rencana training sebagai persiapan awal bagi para peserta training dalam bentuk gambaran umum, tujuan dan manfaat pelatihan serta langkah-langkah persiapan dasar yang perlu dilakukan agar mampu terwujud optimalisasi manfaat pelatihan.

VI.      JADUAL PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Waktu
Materi Training
07.30 – 08.30
Introduction to Motivation Workshop
08.30 – 09.30
I’m Here at Your Services
09.30 – 09.45
Coffee Break
09.45-12.45
The power of motivation
Dream management
The power of mind and belief
Goal to reach
Managing change
12.45 – 14.00
Istirahat, solat dan makan siang
14.00 – 15.00
Learning from failure
15.00 – 15.15
Coffee Break
15.15 – 16.30
There is no impossible to reach
16.30 - Selesai
Penutupan

VII.      RESUME/CV FASILITATOR/INSTRUKTUR

Harry Sutanto
Lulus Fakultas Pertanian UNPAD, Bandung tahun 1983 dan Illinois MBA at Urbana Champaign, USA tahun 1996.  Peserta berbagai pelatihan antara lain dalam bidang pasar modal di Merryl Lynch USA, benchmarking training di BB&T Bank, Carolina, USA, Retail Finance Conference-Asia Pasifik di Singapore.
Tiga tahun bekerja di perkebunan swasta besar di Riau, Sumatera, 21 tahun bekerja di Bank Pemerintah terbesar di Indonesia dalam bidang Corporate Business, pengelolaan cabang, pasar modal, pengelolaan anak perusahaan dan unused asset, Consumer Risk dan Corporate Risk.  Menjabat sebagai Komisaris Utama dan Komisaris di perusahan-perusahaan properti dan security percetakan, anggota Tim Likuidasi Bank, pernah menjabat dalam berbagai keanggotaan organisasi formal terkait dengan pelaksanaan tugas di perbankan.  Trainer di berbagai pelatihan marketing, organisasi dan pengelolaan perbankan serta pengajar di tingkat pascarsarjana (Magister Management) di Universitas Negeri dan Universitas Swasta, keduanya merupakan universitas terkemuka di Indonesia, dengan bidang kajian ilmu Manajemen Kredit Perbankan, Manajemen Stratejik, Risk Management, International Management, Managing Global Enterprise dan Motivation.


PENYELENGGARA
Prima Consulting Group
Jl Burung Gereja SH No. 16 Bintaro Jaya Sektor 2, Jakarta Selatan 15412
Telp : 021-7351946, 021-32025258 Fax 021-7351946
Emqil consulting.prima@yahoo.com
Segala informasi tentang Workshop dapat melalui Contact Persons: Rahma Hp. No :08159927946

Thursday, February 2, 2012

WORKSHOP AUDIT FOR THE TREASURY FUNCTION


WORKSHOP AUDIT FOR THE TREASURY FUNCTION

Latar Belakang 
Divisi Treasury sebagai unit kerja yang diharapkan mampu memberikan kontribusi penting bagi banknya, dituntut selalu untuk bekerja dengan baik, efektif, efesian dan memberi kontribusi untuk penciptaan laba bank. Harapan untuk penciptaan laba treasury juga terlihat dari fungsi-fungsi pokoknya seperti : 1. Currency Trading & Commercial : Analisis dan Persetujuan Kredit Line & Penempatan, Pengelolaan Kegiatan Transaksi Treasuri , Pengelolaan Portofolio Penempatan dan Investasi, Pengelolaan Kredit Antar Bank, Kecukupan PPAP Penempatan dan Investasi, Sistem Administrasi 2. Liquidity & Capital Market : Pengelolaan Posisi Likuiditas, Pengelolaan Posisi NOP & Liquidity Gap, Volume dan Komposisi Pendanaan, Pemeliharaan GWM, Pemeliharaan Posisi Cash Flow, Sensitivitas Terhadap Pergerakan bunga, harga dan kurs 3. Pemasaran Bisnis & Produk / Jasa Treasury : Analisis, Proses & Pengujian Produk / Jasa Baru, Pelepasan dan Respon Pasar, Pelayanan dan Pengaduan Nasabah, Kegiatan Pemasaran dan Promosi Usaha, Kegitan Kemitraan dan Hubungan Bisnis, Pengembangan Produk / Jasa 4. Sistem Informasi Manajemen : Akurasi Laporan, Ketepatan Penyampaian Laporan, Kecukupan Pemenuhan Informasi 5. Pengelolaan SDM : Kecukupan Staf, Ketrampilan Pegawai, Turnover Pegawai Berbagai kasus telah mencuat yang memperlihatkan betapa berbahayanya bila pengelolaan treasury tidak dilakukan dengan baik, bahkan bisa menjadi sumber petaka yang besar misalnya kasus yang terjadi di Proctor & Gamble, Barings Bank, Allied Irish Bank, National Australia Bank, LTCM. Maka kegiatan audit merupakan suatu hal yang teramat penting untuk dapat menjaga agar kegiatan treasury selalu dapat berjalan dengan baik. Untuk itulah maka workshop ini mencoba memberikan suatu sumbangan bagi para auditor, treasury people, maupun unit kerja terkait lainnya agar mampu memberi sumbangan positif bagi banknya dalam kegiatan treasury.
 Tujuan dan Manfaat Setelah mengikuti workshop ini diharapkan peserta yang berlatar belakang auditor mampu melaksanakan audit terhadap Divisi Treasury sesuai yang diharapkan. Bagi yang berlatar belakang treasury atau yang lainnya diharapkan mampu memahami kegiatan audit dengan baik, sehingga bisa mengantisipasi pelaksanaan audit treasury dan mendorong terciptanya divisi treasury yang baik. Untuk itu diharapkan : 1. Kegiatan Divisi Treasury dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 2. Memastikan telah dilakukan identifikasi, pengukuran dan pengelolaan risiko dengan baik pada aktifitas fungsional Divisi Treasury yang terdiri : Risiko inheren, dan Sistem Pengendalian Risiko 3. Menilai kegiatan/tugas-tugas pada Divisi Treasury telah dilaksanakan dengan efisien, efektif dan ekonomis yang meliputi ; a. Pengendalian portofolio Bank melalui kegiatan Pengelolaan Dana, ALCO, Money Market, Capital Market dan Forex sesuai visi dan misi Divisi Treasury . b. Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran dan Business Plan Divisi Treasury . 4. Memastikan bahwa laporan-laporan yang berhubungan dengan posisi dana, ALCO, Money Market, Capital Market dan Forex telah disajikan secara konsisten, akurat dan tepat waktu. 5. Memastikan pembinaan dan pengembangan SDM Divisi Treasury telah dilaksanakan secara berkesinambungan sesuai ketentuan yang berlaku. 
Metode Penyajian Untuk menanamkan pemahaman dan penghayatan peserta demi efektivitas pelaksanaan pelatihan, penyajian materi kami sampaikan dengan cara : • Pemaparan singkat konsep bahasan • Diskusi interaktif dan diskusi antar peserta • Pembahasan kasus 
Peserta 
• Dewan Komisaris, Ketua maupun Anggotanya • Komisaris sebagai ketua Komite Audit, Komite Pemantau Risiko. • Anggota Komite Audit, Anggota Komite Pemantau Risiko dan Anggota Komite Remunerasi • Kepala SKAI, Risk Management & Compliance, para auditor intern dan internal control • Divisi Management Risiko & Kepatuhan • Divisi Treasury, Treasury Operation Waktu Penyelenggaraan 
Workshop 2 (dua) hari akan Pukul : 09.00 – 16.00  inhouse Training Jadwal 
Hari Pertama 08.45 – 09.00 Pembukaan 
Sesi 1 09.00 –10.30 The Organization Structure of Treasury  Typical organization structure  Front office  Middle office  Back office  Importance of segregation of duties Treasury Products  Components of Treasury Products  Defining Physicals  Defining Derivatives  Money Market and Debt Securities  Foreign Exchange Products  Derivatives Fair Value and the Marking To Market Of Treasury Products  What is MTM and FV?  The issues with FV Accounting  The US Sub-Prime issue and what it told us about FV accounting  Importance of fair value in accounting for treasury products  Accounting uses of fair value: Fair Value vs Accrued Value 10.30 –10.45 Coffee Break 
Sesi 2 
10.45 –12.15 `Inherent Risks In Treasury  Strategic risk  Market risk  Liquidity risk  Credit risk  Forex risk  Operational risk  Transaction risk  Compliance risk  Reputational risk Internal Control Framework  Inherent Risks in using exchange traded derivatives  OTC contracts  The management and control system  Control Risks  Role of Internal Audit Role of External Audit 12.15 –13.15 Lunch 
Sesi 3 
13.15 –15.30 Auditing Framework  Objectives of Auditing  External Audit  Internal Audit  Internal Control System for handling exchange traded futures and options The Audit Approach  Identifying and measuring the risk factors  Identifying and documenting the management and control system  Identifying the aspects of the management and control system at risk  Reviewing the adequacy of the management and control system 
Hari Kedua 
Sesi 1 09.00 –10.30 Designing The Audit Work Program  Identify key risks  Identify key aspects of internal control system  Review adequacy of key parts of internal control system  Identify attributes affected by risks  Test validity of attributes at risk Carrying Out The Audit Work  Key audit issues with treasury Audit techniques 10.30 –10.45 Coffee Break Sesi 2 10.45 –12.15 Case Studies 12.15 –13.15 Lunch 
Segala informasi tentang Workshop dapat melalui Contact Persons: Rahma Hp. No :08159927946

WORKSHOP AUDIT FOR THE TREASURY FUNCTION

Latar Belakang Divisi Treasury sebagai unit kerja yang diharapkan mampu memberikan kontribusi penting bagi banknya, dituntut selalu untuk bekerja dengan baik, efektif, efesian dan memberi kontribusi untuk penciptaan laba bank. Harapan untuk penciptaan laba treasury juga terlihat dari fungsi-fungsi pokoknya seperti : 1. Currency Trading & Commercial : Analisis dan Persetujuan Kredit Line & Penempatan, Pengelolaan Kegiatan Transaksi Treasuri , Pengelolaan Portofolio Penempatan dan Investasi, Pengelolaan Kredit Antar Bank, Kecukupan PPAP Penempatan dan Investasi, Sistem Administrasi 2. Liquidity & Capital Market : Pengelolaan Posisi Likuiditas, Pengelolaan Posisi NOP & Liquidity Gap, Volume dan Komposisi Pendanaan, Pemeliharaan GWM, Pemeliharaan Posisi Cash Flow, Sensitivitas Terhadap Pergerakan bunga, harga dan kurs 3. Pemasaran Bisnis & Produk / Jasa Treasury : Analisis, Proses & Pengujian Produk / Jasa Baru, Pelepasan dan Respon Pasar, Pelayanan dan Pengaduan Nasabah, Kegiatan Pemasaran dan Promosi Usaha, Kegitan Kemitraan dan Hubungan Bisnis, Pengembangan Produk / Jasa 4. Sistem Informasi Manajemen : Akurasi Laporan, Ketepatan Penyampaian Laporan, Kecukupan Pemenuhan Informasi 5. Pengelolaan SDM : Kecukupan Staf, Ketrampilan Pegawai, Turnover Pegawai Berbagai kasus telah mencuat yang memperlihatkan betapa berbahayanya bila pengelolaan treasury tidak dilakukan dengan baik, bahkan bisa menjadi sumber petaka yang besar misalnya kasus yang terjadi di Proctor & Gamble, Barings Bank, Allied Irish Bank, National Australia Bank, LTCM. Maka kegiatan audit merupakan suatu hal yang teramat penting untuk dapat menjaga agar kegiatan treasury selalu dapat berjalan dengan baik. Untuk itulah maka workshop ini mencoba memberikan suatu sumbangan bagi para auditor, treasury people, maupun unit kerja terkait lainnya agar mampu memberi sumbangan positif bagi banknya dalam kegiatan treasury. Tujuan dan Manfaat Setelah mengikuti workshop ini diharapkan peserta yang berlatar belakang auditor mampu melaksanakan audit terhadap Divisi Treasury sesuai yang diharapkan. Bagi yang berlatar belakang treasury atau yang lainnya diharapkan mampu memahami kegiatan audit dengan baik, sehingga bisa mengantisipasi pelaksanaan audit treasury dan mendorong terciptanya divisi treasury yang baik. Untuk itu diharapkan : 1. Kegiatan Divisi Treasury dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 2. Memastikan telah dilakukan identifikasi, pengukuran dan pengelolaan risiko dengan baik pada aktifitas fungsional Divisi Treasury yang terdiri : Risiko inheren, dan Sistem Pengendalian Risiko 3. Menilai kegiatan/tugas-tugas pada Divisi Treasury telah dilaksanakan dengan efisien, efektif dan ekonomis yang meliputi ; a. Pengendalian portofolio Bank melalui kegiatan Pengelolaan Dana, ALCO, Money Market, Capital Market dan Forex sesuai visi dan misi Divisi Treasury . b. Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran dan Business Plan Divisi Treasury . 4. Memastikan bahwa laporan-laporan yang berhubungan dengan posisi dana, ALCO, Money Market, Capital Market dan Forex telah disajikan secara konsisten, akurat dan tepat waktu. 5. Memastikan pembinaan dan pengembangan SDM Divisi Treasury telah dilaksanakan secara berkesinambungan sesuai ketentuan yang berlaku. Metode Penyajian Untuk menanamkan pemahaman dan penghayatan peserta demi efektivitas pelaksanaan pelatihan, penyajian materi kami sampaikan dengan cara : • Pemaparan singkat konsep bahasan • Diskusi interaktif dan diskusi antar peserta • Pembahasan kasus Peserta • Dewan Komisaris, Ketua maupun Anggotanya • Komisaris sebagai ketua Komite Audit, Komite Pemantau Risiko. • Anggota Komite Audit, Anggota Komite Pemantau Risiko dan Anggota Komite Remunerasi • Kepala SKAI, Risk Management & Compliance, para auditor intern dan internal control • Divisi Management Risiko & Kepatuhan • Divisi Treasury, Treasury Operation Waktu Penyelenggaraan Workshop 2 (dua) hari akan Pukul : 09.00 – 16.00 WITA inhouse Training Jadwal Hari Pertama 08.45 – 09.00 Pembukaan Sesi 1 09.00 –10.30 The Organization Structure of Treasury  Typical organization structure  Front office  Middle office  Back office  Importance of segregation of duties Treasury Products  Components of Treasury Products  Defining Physicals  Defining Derivatives  Money Market and Debt Securities  Foreign Exchange Products  Derivatives Fair Value and the Marking To Market Of Treasury Products  What is MTM and FV?  The issues with FV Accounting  The US Sub-Prime issue and what it told us about FV accounting  Importance of fair value in accounting for treasury products  Accounting uses of fair value: Fair Value vs Accrued Value 10.30 –10.45 Coffee Break Sesi 2 10.45 –12.15 `Inherent Risks In Treasury  Strategic risk  Market risk  Liquidity risk  Credit risk  Forex risk  Operational risk  Transaction risk  Compliance risk  Reputational risk Internal Control Framework  Inherent Risks in using exchange traded derivatives  OTC contracts  The management and control system  Control Risks  Role of Internal Audit Role of External Audit 12.15 –13.15 Lunch Sesi 3 13.15 –15.30 Auditing Framework  Objectives of Auditing  External Audit  Internal Audit  Internal Control System for handling exchange traded futures and options The Audit Approach  Identifying and measuring the risk factors  Identifying and documenting the management and control system  Identifying the aspects of the management and control system at risk  Reviewing the adequacy of the management and control system Hari Kedua Sesi 1 09.00 –10.30 Designing The Audit Work Program  Identify key risks  Identify key aspects of internal control system  Review adequacy of key parts of internal control system  Identify attributes affected by risks  Test validity of attributes at risk Carrying Out The Audit Work  Key audit issues with treasury Audit techniques 10.30 –10.45 Coffee Break Sesi 2 10.45 –12.15 Case Studies 12.15 –13.15 Lunch Segala informasi tentang Workshop dapat melalui Contact Persons: Rahma Hp. No :08159927946

WORKSHOP PENERAPAN STRATEGI ANTI FRAUD BAGI BANK UMUM

Undangan
WORKSHOP
PENERAPAN STRATEGI ANTI FRAUD BAGI BANK UMUM
(Memahami Surat Edaran No. 13/28/DPNP tgl 9 Desember 2011)

LATAR BELAKANG
Fraud disini diartikan sebagai tindakan penyimpangan atau pembiaran yang sengaja dilakukan untuk mengelabui, menipu, atau memanipulasi bank, nasabah, atau pihak lain, yang terjadi dilingkungan bank dan/atau menggunakan sarana bank sehingga mengakibatkan bank, nasabah atau lain menderita kerugian dan/atau pelaku fraud memperoleh keuntungan keuangan baik secara langsung maupun tidak langsung.
Bank Indonesia menyebutkan alasan mengapa diterbitkannya Surat Edaran tersebut adalah ;
1. Penguatan sistem pengendalian intern Bank dan sebagai pelaksanaan lebih lanjut Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.5/8/PBI/2003 tanggal 19 Mei 2003 tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum.
2. Terungkapnya berbagai kasus Fraud di sektor perbankan yang merugikan nasabah dan/atau Bank maka perlu diatur ketentuan mengenai penerapan strategi anti Fraud.
3. Mengarahkan Bank dalam melakukan pengendalian Fraud melalui upaya-upaya yang tidak hanya ditujukan untuk pencegahan, namun juga untuk mendeteksi dan melakukan investigasi serta memperbaiki sistem sebagai bagian dari strategi yang bersifat integral dalam mengendalikan Fraud.
Substansi Pengaturan:
Pokok-pokok pengaturan dalam Surat Edaran/SE ini adalah sebagai berikut:
a. Bank wajib memiliki dan menerapkan strategi anti Fraud yang disesuaikan dengan lingkungan internal dan eksternal, kompleksitas kegiatan usaha, potensi, jenis, dan risiko Fraud serta didukung sumber daya yang memadai. Strategi anti Fraud merupakan bagian dari kebijakan strategis yang penerapannya diwujudkan dalam sistem pengendalian Fraud.
b. Bank yang telah memiliki strategi anti Fraud, namun belum memenuhi acuan minimum, wajib menyesuaikan dan menyempurnakan strategi anti Fraud yang telah dimiliki.
c. Dalam rangka mengendalikan risiko terjadinya Fraud, Bank perlu menerapkan Manajemen Risiko dengan penguatan pada beberapa aspek, yang paling kurang mencakup Pengawasan Aktif Manajemen, Struktur Organisasi dan Pertanggungjawaban, serta Pengendalian dan Pemantauan.
d. Strategi anti Fraud yang dalam penerapannya berupa sistem pengendalian Fraud, memiliki 4 (empat) pilar, sebagai berikut:
1. Pencegahan
Memuat perangkat-perangkat dalam rangka mengurangi potensi risiko terjadinya Fraud, yang paling kurang mencakup anti Fraud awareness, identifikasi kerawanan, dan know your employee.
2. Deteksi
Memuat perangkat-perangkat dalam rangka mengidentifikasi dan menemukan kejadian Fraud dalam kegiatan usaha Bank, yang mencakup paling kurang kebijakan dan mekanisme whistleblowing, surprise audit, dan surveillance system.
3. Investigasi, Pelaporan, dan Sanksi
Memuat perangkat-perangkat dalam rangka menggali informasi, sistem pelaporan, dan pengenaan sanksi atas kejadian fraud dalam kegiatan usaha Bank, yang paling kurang mencakup standar investigasi, mekanisme pelaporan, dan pengenaan sanksi.
4. Pemantauan, Evaluasi, dan Tindak Lanjut
Memuat perangkat-perangkat dalam rangka memantau dan mengevaluasi kejadian Fraud serta tindak lanjut yang diperlukan, berdasarkan hasil evaluasi, yang paling kurang mencakup pemantauan dan evaluasi atas kejadian Fraud serta mekanisme tindak lanjut.
e. Dalam rangka memantau penerapan strategi anti Fraud, Bank wajib menyampaikan kepada Bank Indonesia:
1. Bank wajib menyampaikan Strategi anti Fraud paling lambat 6 (enam) bulan setelah berlakunya SE ini,
2. Laporan penerapan strategi anti Fraud setiap semester yang berlaku sejak laporan Juni 2012, dan
3. Laporan kejadian Fraud yang diperkirakan berdampak negatif secara signifikan terhadap bank, paling lambat 3 (tiga) hari kerja setelah Bank mengetahui.
Pelanggaran terhadap ketentuan ini dikenakan sanksi administratif sesuai PBI No.5/8/PBI/2003 tanggal 19 Mei 2003 tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum.

TUJUAN & MANFAAT
Dengan mengikuti workshop ini diharapkan peserta mampu mengaplikasikan SE Bank Indonesia tersebut secara baik.;
• Memahami dan mampu mendeteksi, mencegah Fraud di banknya yang berpotensi merugikan bank secara fatal.
• Mendeteksi dan mencegah kemungkinan fraud oleh manajemen, pemilik bank dan nasabahnya, baik secara sendiri-sendiri maupun berkelompok
• Memahami dan bisa melakukan pengungkapan terhadap fraud bank serta upaya pencegahannya.
• Memberi kemampuan para peserta dalam mengelola bank, sehingga mendorong pengelolaan bank yang sehat.

PESERTA
Workshop ini disarankan terutama untuk :

• Komisaris,
• Komite Audit,
• Komite Pemantau Risiko
• Risk Management dan Compliance,
• Auditor Intern
• Internal Control
• Divisi Operasional
• Divisi Legal /Hukum
• Pemimpin Cabang
• Marketing
• Operasional
• Pejabat terkait lainnya dari :
- SKAI Bank Pemerintah, Bank Umum Swasta dan Bank Pembangunan Daerah


WAKTU PELAKSANAAN

Hari : Kamis
Tanggal : 16 Februari 2012
Pukul : 08.30 WIB - selesai
Tempat : Hotel Millenium Sirih , Jl. Fachrudin No. 3 , Jakarta Pusat


JADWAL

Kamis, 16 Februari 2012
Sesi 1
09.00 – 10.30 Memahami PBI No. 13/28/DPNP tgl 9 Desember 2011 Perihal Penerapan Strategi Anti Fraud Bank Umum
Hazairin Achmad
• Bank Indonesia
10.30 – 10.45 Break
Sesi 2
10.45 – 12.15 Pencegahan Fraud dan Deteksi Fraud Hazairin Achmad
• Bank Indonesia
12.15 – 13.15 Lunch
Sesi 3
13.15 – 14.45 Investigasi, Pelaporan dan Saksi Fraud Hazairin Achmad
• Bank Indonesia
14.45 – 15.00 Break
Sesi 4
15.00 – 16.30 Pemantauan, Evaluasi dan Tindak Lanjut atas Fraud
Hazairin Achmad
• Bank Indonesia

Segala informasi tentang Workshop dapat melalui Contact Persons: Rahma Hp. No :08159927946
PRIMA CONSULTING GROUP :
Jl. Burung Gereja SH No. 16 Bintaro Jaya Sekt 2, Jaksel 15412
E-mail: consulting.prima@yahoo.com , www.primaconsultinggroup.blogspot.com
Telepon & Fax : 021 - 7351946

Tuesday, November 22, 2011

WORKSHOP ANALISIS DAN PERAN DEKOM, KOMITE AUDIT, KOMITE PEMANTAU RISIKO DAN KEPATUHAN TERHADAP APLIKASI RISK BASED BANK RATING

LATAR BELAKANG

Pada berbagai Peraturan Bank Indonesia, ditegaskan Peran Dekom, Komite Audit, Komite Pemantau Risiko serta Satuan Kerja Kepatuhan dalam mendorong berjalannya Good Corporate Governance di Perbankan. Karenanya dalam setiap penerbitan peraturan baru Bank Indonesia, perlulah dipahaminya, terutama dalam upaya mengawal berjalannya peraturan Bank Indonesia guna kelancaran dan keamanan operasi banknya.

Dalam kaitan ini berbagai ketentuan baru memerlukan pemahaman dan aplikasi yang pas, terutama dalam kaitan tugas dan peran Dekom, Komite Audit, Komite Pemantau Risiko serta Satuan Kerja Kepatuhan. Aplikasi Risk Based Bank Rating yang baru saja diatur dalam Surat Edaran Bank Indonesia No.13/23/DPNP tanggal 25 Oktober 2011 perihal Perubahan atas Surat Edaran No.5/21/DPNP perihal Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum dan Surat Edaran No.13/24/DPNP tanggal 25 Oktober 2011 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum. Ini merupakan aplikasi dari peraturan baru mengenai penilaian tingkat kesehatan bank umum.

Kedua SE ini merupakan penjabaran Peraturan Bank Indonesia No.13/1/PBI/2011. Telah terjadi perubahan tata cara penilaian dan pelaporan bank. Peraturan ini adalah dalam rangka meningkatkan efektivitas penilaian tingkat kesehatan bank dengan pendekatan berdasarkan risiko dan menggunakan 4 faktor pengukuran yaitu profil risiko (risk profile), good corporate governance (GCG), rentabilitas (earnings), dan permodalan (capital). Keempat faktor ini adalah satu kesatuan nilai yang akan menjadi hasil akhir peringkat tingkat kesehatan bank.

Dalam PBI yang mengatur Risk Based Bank Rating (RBBR) ini menyebutkan bahwa bank wajib memelihara dan/atau meningkatkan tingkat kesehatannya dengan menerapkan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko. Perbedaan dari PBI ini adalah adanya penilaian yang dapat dilakukan pengkinian sewaktu-waktu apabila diperlukan pada periode penilaian yang dilakukan setiap semester (posisi akhir bulan Juni dan Desember). Selain itu adalah peringkat setiap faktor tersebut ditetapkan berdasarkan kerangka analisis yang komprehensif dan terstruktur. Dalam PBI ini juga mewajibkan Direksi, Dewan Komisaris, dan/atau pemegang saham menyampaikan action plan kepada Bank Indonesia yang merupakan tindak lanjut dari hasil penilaian tingkat kesehatan bank yang dilakukan oleh Bank Indonesia dan/atau self assessment oleh bank.
Bank Indonesia sendiri melakukan penilaian tingkat kesehatan bank setiap semester, dimana apabila terdapat perbedaan hasil penilaian yang dilakukan Bank Indonesia dengan hasil self assessment bank, maka yang berlaku adalah hasil penilaian yang dilakukan oleh Bank Indonesia.
Target waktu dari Laporan Profil Risiko dan laporan terkait penerapan Manajemen Risiko lainnya mulai berlaku pada tanggal 31 Desember 2011. adapun Penilaian Tingkat Kesehatan Bank sesuai ketentuan ini secara efektif dilaksanakan sejak tanggal 1 Januari 2012 yaitu untuk penilaian Tingkat Kesehatan Bank posisi akhir bulan Desember 2011.


TUJUAN DAN MANFAAT

 Agar peserta memahami substansi pengaturannya serta problematik yang muncul, dan para peserta dapat mengantisipasi segenap persoalan dalam mengaplikasikan SE BI No.13/23/DPNP tanggal 25 Oktober 2011 perihal Perubahan atas SE No.5/21/DPNP perihal Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum dan SE No.13/24/DPNP tanggal 25 Oktober 2011 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum secara baik.
 Peserta dapat mendorong aplikasinya agar dapat berjalan mulus dan lancar serta para peserta dapat memberikan dorongan positif kepada para pelaksana untuk melaksanakannya dengan baik pula.

PESERTA

 Dewan Komisaris, Ketua maupun Anggotanya
 Komisaris sebagai ketua Komite Audit, Komite Pemantau Risiko
 Sekretaris Dewan Komisaris
 Anggota Komite Audit, Anggota Komite Pemantau Risiko.
 Kepala SKAI, Risk Management & Compliance, dan para auditor intern
 Pemimpin Divisi Management Risiko & Kepatuhan
 Pejabat terkait lainnya.

JADWAL

Kamis, 15 Desember 2011
Sesi 1
09.00 – 10.30 Memahami Pengukuran Risk-Based Bank Rating (RBBR) - Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.13/1/PBI/2011 Aplikasi serta Problematiknya
10.30 – 10.45 Break
Sesi 2
10.45 – 12.15 Problematik dan Solusi dalam mengaplikasikan Surat Edaran Bank Indonesia No.13/23/DPNP tanggal 25 Oktober 2011 perihal Perubahan atas Surat Edaran No.5/21/DPNP perihal Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum
12.15 – 13.15 Lunch
Sesi 3
13.15 – 14.45 (Lanjutan)
Problematik dan Solusi dalam mengaplikasikan Surat Edaran Bank Indonesia No.13/23/DPNP tanggal 25 Oktober 2011 perihal Perubahan atas Surat Edaran No.5/21/DPNP perihal Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum
14.45 – 15.00 Break
Sesi 4
15.00 – 16.30 Problematik dan Solusi dalam mengaplikasikan Surat Edaran No.13/24/DPNP tanggal 25 Oktober 2011 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum

Pembicara :
 Hazairin Achmad, Bank Indonesia


Segala informasi tentang Workshop dapat melalui :
Sdri. Rahma Hp.No: 08159927946