Wednesday, January 7, 2009

3 DAYS INTENSIVE WORKSHOP ON : “ CREDIT APPRAISAL AND IMPACTS OF IMPLEMENTATION PSAK 50/55 IN BANKING LOAN ADMINISTRATION ”


A. Latar Belakang

Bahwa penempatan dana perbankan yang merupakan salah satu bisnis terbesar di dalam operasional perbankan Indonesia, disamping pengumpulan dana dan jasa-jasa financial, adalah merupakan salah satu bisnis perbankan yang harus dikelola dengan hati-hati dan penuh dengan perhitungan. Karena kelalaian dan kesalahan dalam penempatan dana tersebut akan berakibat fatal, bukan saja terhadap sasaran pencapaian laba, bahkan bisa mengancam kelangsungan operasional bank itu sendiri.

Kemampuan unit bisnis dan khususnya para petugas di bidang perkreditan yang merupakan sektor terbesar dalam penempatan dana perbankan sudah selayaknya ditempati oleh para petugas dan pejabat yang mengerti akan tugasnya dengan baik. Oleh karena itu pelatihan, workshop, penyegaran dan sejenisnya mutlak untuk dapat di ikuti secara berkala oleh para petugas tersebut sebagai bagian dari kepedulian manajemen untuk terus-menerus memberikan ilmu-ilmu dan perkembangan permasalahan di bidang analisis, monitoring, dan juga hal-hal lain yang terkait dengan bidang operasional perkreditan bank.

Selain hal tersebut, sebagai pelaksana operasional perkreditan bank yang selalu menjadi obyek pemeriksaan Bank Indonesia untuk memastikan tingkat kesehatan operasi perkreditan juga perlu kiranya para petugas perkreditan memahami hal-hal apa saja yang menjadi focus perhatian Bank Indonesia dalam melakukan pemeriksaan terhadap portfolio dan manajemen perkreditan agar kiranya sejak awal dapat dipersiapkan dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah masalah administrasi dan pencatatan di bidang perkreditan sehubungan dengan segera akan diberlakukannya PSAK 50/55 yang menyangkut Penyajian, Pengungkapan (PSAK 50) serta Pengakuan dan Pengukuran (PSAK 55) terhadap Instrumen keuangan.

Workshop ini dipersiapkan oleh Prima Consulting Group dengan harapan dapat diikuti oleh para pejabat dan petugas perkreditan seluruh perbankan di Indonesia dengan tujuan selain dapat memberikan kunci-kunci pokok dan masalah actual yang terjadi dan harus diperhatikan di bidang analisis kredit, juga dapat memahami dengan lebih baik perihal pengawasan Bank Indonesia dan persiapan pelaksanaan PSAK 50/55 di bidang akuntansi portfolio kredit yang akan segera diberlakukan.


B. Peserta :

Workshop ini baik di ikuti oleh unit bisnis yang biasanya disebut dengan Unit / Tim Analisis Kredit, Administrasi Kredit, Pengawasan Kredit, dan juga bidang Monitoring serta Penyelesaian Kredit, dan unit kerja Risk Management Credit dan Compliance. Satu dan lain, karena selain workshop ini akan membahas Manajemen Risiko secara umum dan Manajemen Risiko Kredit secara khususnya, juga akan membahas Pokok-pokok Pengawasan Bank Indonesia terhadap Manajemen dan Pelaksanaan Operasi Perkreditan Bank. Selain itu akan memperkenalkan serta membahas administrasi dan pencatatan intrumen keuangan sehubungan dengan akan segera diberlakukannya PSAK 50/55 di lingkungan perbankan.

C. Jadwal Acara dan Materi :

Seluruh materi akan dibawakan dalam Bahasa Indonesia oleh para instruktur yang berpengalaman di bidangnya masing-masing, dengan cara penjelasan / presentasi, tanya jawab dan diskusi serta pemberian contoh-contoh aktual, dengan materi dan jadwal acara sebagai berikut:


DAY 1
08.50 – 09.00 Opening Speech from Chairman Prima Consulting Group
09.00 – 10.30 Overview Risk Management in Banking, By Ir. I J Anwar, MBA, State Bank Risk Management Group
10.30 – 10.45 Coffee Break
10.45 – 12.15 Credit Risk Management Overview, By Ir. I J Anwar, MBA
12.15 – 13.30 Lunch Break
13.30 – 14.45 Keys in Non Financial Credit Analysis, By Sumardi Sulaeman, SE., MM., President Director Prima Consulting Group
14.45 – 15.00 Coffee Break
15.00 – 16.30 Continuing Previous Session


DAY 2

08.30 – 10.00 Keys in Financial Statement Analysis (Past Performance Analysis), By Sumardi Sulaeman
10.00 – 10.15 Coffee Break
10.15 – 11.45 Using Financial Projection to Make Effective Loan Decisions, By Sumardi Sulaeman
11.45 – 13.00 Lunch Break
13.00 – 14.15 Points to Be Noted in Composing Credit Memorandum & Monitoring Credit Portfolio, By Sumardi Sulaeman
14.15 – 14.30 Coffee Break
14.30 – 17.00 Bank Indonesia Supervision Overview on Portfolio and Credit Management, By Bank Indonesia Banking Supervision Officer


DAY 3
08.30 – 11.00 PSAK 50/55 Overview on Credit Portfolio in Banking, By Setiawan Kriswanto, Ak., MM, Audit Committee Private Bank & Humpuss Intermoda Transportation, Tbk.



D. Pelaksanaan dan tempat Acara Workshop :

Waktu Pelaksanaan : Rabu s/d Jum’at, tanggal 28 s/d 30 Januari 2009
Tempat Acara : Hotel Millennium Sirih, Jl. H.R Fachrudin No. 3,
Tanah Abang - Jakarta Pusat.

SYARAT RESERVASI :

Untuk keterangan lebih lanjut perihal pelaksanaan dan acara workshop dapat ditanyakan kepada Sdri. Rahma dan Sdri. Upie, melalui Handphone pada nomor masing-masing: 08159927946 dan 087888129954.

WORKSHOP STRATEGI KETENAGAKERJAAN DI DALAM MENGHADAPI DAMPAK KRISIS EKONOMI GLOBAL


Latar Belakang

Dampak Krisis ekonomi global yang dipicu oleh runtuhnya raksasa bisnis keuangan Lehman Brother’s yang berbasis di Amerika telah menjalar dari Amerika ke Eropa, Asia, juga termasuk Indonesia. Krisis yang semula merupakan krisis keuangan telah menyebabkan lemahnya potensi ekonomi sehingga menyebabkan turunnya pertumbuhan ekonomi yang disertai dengan ancaman kenaikan jumlah pengangur yang disebabkan karena PHK (pemutusan hubungan kerja).

Mengutip pernyataan Direktur Jenderal Organisasi Buruh Internasional, ILO Juan Simova di Geneva–Swiss (20/10/08) menegaskan sekitar 20 juta pekerja bakal kehilangan pekerjaannya sebagai dampak krisis keuangan yang akan memperlemah pertumbuhan ekonomi. Jumlah ini akan bertambah bila pertumbuhan ekonomi semakin buruk dari perkiraan yang ada. Menurutnya para pekerja sektor konstruksi, pengembang, jasa keuangan dan otomotif bakal paling menderita akibat krisis ini (Kompas 21/10/08).

Bagaimana keadaan tersebut di Amerika tempat di mana krisis keuangan berasal ?

Data tenaga kerja di Amerika pada Nopember menunjukkan adanya 533.000 pekerja yang kehilangan pekerjaannya. Angka pertumbuhan pengangguran itu merupakan angka bulanan yang tertinggi dalam 34 tahun terakhir. Tingkat Pengangguran di AS melonjak menjadi 6,7 %, tertinggi sejak tahun 1993, menurut para ekonom tingkat pengangguran tersebut akan naik menjadi 8 % tahun depan (kompas 10/12/08).

Ancaman PHK dan PHK tersebut juga mengancam industri di Eropa, Jepang, Cina, India dan Asia lainnya.

Bagaimana di Indonesia ? Berikut beberapa gambaran keadaannya :

• Produk tekstil, komponen elektronik dan kendaraan bermotor telah merasakan pengurangan permintaan.
• Produsen yang export oriented mulai berkurang permintaannya.
• Industri padat karya merasakan dampaknya, mereka mengurangi produksi sebesar 30 persen.

• Menurut Anggito Abimanyu Kepala Badan Pengkajian Fiskal Departemen Keuangan menyebutkan PHK sebagai hal yang tidak dapat di hindari oleh pengusaha akibat menurunnya permintaan barang produksi. Namun untuk meredam terjadi nya PHK pemerintah siap mempercepat penyerapan anggaran belanja dengan pengucuran dana sebesar Rp. 100 triliun , kebijakan ini diharapkan dapat menambah likuiditas perbankan sehingga bisa mendorong kredit di sektor riel (Busines Indonesia 3/12/08).

• Menurut Menakertrans Eman Suparno sedikitnya 26.000 buruh masuk daftar rencana PHK dan 12.000 orang lainnya bakal dirumahkan (Kompas 26/11/08).

Bagi pihak yang berhubungan dengan ketenagakerjaan, terutama di bidang ekspor, otomotif, lembaga keuangan (Perbankan dan non Perbankan), persoalannya ialah bagaimana mempersiapkan diri terhadap ancaman akan adanya gelombang PHK yang disebabkan berkurangnya produksi/aktivitas perusahaan karena turunnya permintaan.

Mereka sebaiknya diberikan informasi sbb :

1. Seberapa jauh dampak krisis keuangan global terhadap ekonomi Indonesia dan kemudian dampak melemahnya ekonomi Indonesia (GDP yang turun) terhadap kemungkinan PHK?

2. Perlu mengetahui konsep yang ada di Asosiasi Pengusaha Indonesia tentang pandangan mereka dan strategi yang mereka akan lakukan sehubungan dengan potensi PHK sebagai akibat krisis ekonomi global ini

3. Bagaimana pendapat Organisasi Buruh tentang cara menangani, meminimalkan akibat krisis ekonomi global terhadap potensi PHK yang ada di Indonesia.

4. Bagaimana strategi yang diterapkan dan akan diterapkan oleh Depnakertrans untuk meminimalkan pengaruh krisis ekonomi global
di bidang ketenagakerjaan ? Apakah SKB 4 Menteri mencukupi, apakah ada opsi-opsi lainnya.

5. Apakah aspek hukum yang perlu diperhatikan dalam hal perusahaan
mengadakan corporate actions sehubungan dengan PHK tersebut.

Peserta

Komisaris, Direksi, Kepala Divisi, Kadiv HRD, Corporate Secretary, Legal dan jajarannya, komite-komite di bawah komisaris, serta pihak-pihak berkaitan yang berada didalam perusahaan.


Waktu Pelaksanaan

Rencana penyelenggaraan Workshop tersebut adalah sebagai berikut :
Hari : Kamis & Jumat
Tanggal : 29 & 30 Januari 2009
Pukul : 08.30 – selesai
Tempat : Hotel Millenium Sirih
Jl. Fachrudin No. 3, Jakarta Pusat

Jadwal

Kamis, 29 Januari 2009
08.45 – 09.00 Pembukaan
Sesi I
09.00 – 10.30 Pengaruh Krisis Keuangan Global terhadap Perekonomian Indonesia. Tinjauan dari segi Perburuhan Aviliani, Ph.D (Cand) Komisaris Independent Bank BRI dan
Peneliti INDEF (Insitute for Development of Economic & Finance)
10.30 – 10.45 Coffee Break
Sesi 2
10.45 – 12.15 Strategi Pengusaha (APINDO) menghadapi ancaman PHK sebagai akibat Krisis Keuangan Global DR. Hasanudin Rachman
Ketua Bid. Advokasi & Hub. Industrial APINDO

12.15 – 13.15 Lunch
Sesi 3
13.15 – 14.45 Strategi menghadapi ancaman PHK sebagai akibat Krisis Keuangan Global Pandangan dari serikat pekerja Drs. Sjukur Sarto, MS
Ketua SPSI
14.45 – 15.00 Coffee Break
Jumat, 30 Januari 2009
Sesi I
09.00 – 10.00 Strategi Pemerintah Didalam Menghadapi Ancaman PHK sebagai akibat Krisis Ekonomi Global Drs. Mardjono
Deputy Perlindungan BNP2TKI

10.00 – 10.15 Coffee Break
Sesi 2
10.15 – 11.45 Aspek Hukum dari Corporate Actions Sehubungan dengan Krisis Keuangan Global Umar Kasim, SH, MH
Depnakertrans
11.45 – 12.45 Penutupan dilanjutkan Makan siang


SYARAT RESERVASI

Segala informasi tentang Workshop dapat melalui :
Sdri. Rahma Hp.No: 08159927946 atau Sdri.Upik, Hp.No: 087887129954

Friday, December 12, 2008

RIWAYAT HIDUP INSTRUKTUR


RIWAYAT HIDUP INSTRUKTUR
MOCH HUSNI


ADA ATAU TIDAK ADA KITA - WAKTU AKAN TERUS BERJALAN DENGAN SEGALA PERKEMBANGANNYA

Lahir di Bandung tahun 1950
Asisten Dosen pada mata kuliah pengembangan kerjasama
Tahun 1978 Lulus Fak. Psikologi Unpad Bandung
Tahun 1979 – 1980 Lulus Program WM LPPM


AKTIVITAS
PEMASARAN

Mengembangkan dan memanfaatkan TFP Concept ke dalam bidang tugas pekerjaan yang diemban, menyangkut :

Pemasaran
Kepemimpinan,
Selling

Dilandasi pemahaman mendalam mengenai proses perubahan dan pembentukan sikap dan tingkah laku manusia.

Tahun 1989
PERUSAHAAN SWASTA TERKEMUKA

Jabatan terakhir
OTC MARKETING MANAGER


MERIEN UTAMA JASA PEMASARAN TERPADU
PROMOSI DISTRIBUSI (SPREADING) PELATIHAN BINA WIRAUSAHA
Selama berkedudukan sebagai pimpinan usaha dengan jabatan direktur pelaksana berhasil melaksanakan pembinaan dan pengembangan kepemimpinan bawahan langsung

Berhasil mengembangkan kepemimpinan yang baik dan efektif melalui pembinaan intensif

Tahun 1992 Lulus Program MBA LPPM
Tahun 1997 Consultants

Megaparana Sasana Insan & Prima Consulting Group