Monday, January 28, 2013

Menangkal Kejahatan Perbankan


Menangkal Kejahatan Perbankan
KORAN JAKARTA/ZAKI MUHAMMAD
Para penjahat memanfaatkan teknologi informasi untuk melakukan aksi kejahatan perbankan dengan pelbagai modus. Lalu, bagaimana cara membendung dan mengatasi aksi kejahatan perbangkan ini?

Kejahatan perbankan biasanya dilakukan melalui berbagai saluran, seperti ATM (automated teller machine) dan call center. Ragam produk perbankan yang diambil nasabah dari perbankan juga dapat digunakan sebagai akses untuk melakukan kejahatan perbankan, di antaranya kartu ATM, kartu kredit, dan fasilitas kredit rumah.

Selain itu, beragam bentuk kegiatan online yang berisiko dilakukan nasabah perbankan seperti cek saldo, pembayaran tagihan, atau pentransferan dana. Para penjahat perbankan melakukan peretasan terhadap aktivitas nasabah ini melalui virus yang dikenal dengan nama Zeus dan SpyEye.

Zeus dan SpyEye masuk ke situs perbankan melalui akses yang dilakukan nasabah untuk phishing (mencuri dana nasabah) dengan cara memindahkan dana nasabah ke penjahat perbankan. Model ini diakui Trend Micro terjadi di Amerika Serikat (AS), Jerman, dan Italia.

Kaspersky juga menemukan virus yang bertujuan mencuri data nasabah bernama Gauss. Virus dideteksi sebagai keturunan Stuxnet, Duqu, dan Flame. Pola kerja yang dilakukan Gauss dengan memanfaatkan rekaman transaksi yang dilakukan nasabah pada suatu browser, cookies, nama pengguna dan kata kunci, serta konfigurasi sistem.

Saat ini, nasabah Citibank dan PayPal menjadi sasaran penjahat perbankan. "Pembuat virus biasanya menciptakan virus untuk menyerang semua bank," ujar Costin Raiu, direktur Penelitian Global dan Analis Kaspersky.

Aksi Tipu
Modus lain penjahat perbankan ialah memasang situs palsu yang mirip dengan milik bank asli. Situs ini meminta nasabah memasukkan mulai dari nama pengguna, kata kunci, hingga data pribadi. Ujung-ujungnya, penjahat menyalagunakan identitas tersebut sebagai transaksi tanpa sepengetahuan dan seizin nasabah.

Situs palsu Bank Mandiri juga sempat muncul membidik nasabah bank tersebut. Dari penelitian Computer Security Incident Response Team (CSIRT), situs ini bukan milik Bank Mandiri dan tidak berada di Indonesia.

Kemungkinan kejahatan keuangan dilakukan dari negara lain diamini Ben Knieff, direktur pemasaran Nice Actimize. Ini bisa dilakukan dengan internet.

Report to the Nations 2012 yang dirilis Association of Certified Fraud Examiners (ACFE) menyebutkan 5 persen dari total pendapatan yang diperoleh perusahaan dicuri penjahat keuangan. Angka ini diperoleh dari penelitian di 96 negara dengan total kerugian 3,5 triliun dollar AS.

Ada tiga daerah terbesar mengalami kejahatan keuangan, yakni Amerika Serikat 778 kasus dengan kerugian 120.000 dollar AS, kemudian, Asia 294 kasus senilai 195.000 dollar AS, dan Eropa 234 kasus sebesar 250 dollar AS. Sebanyak 16,6 persen kasus yang terjadi dialami sektor perbankan dan keuangan.

Deteksi Dini
Ada solusi yang bisa digunakan perbankan untuk meredam aksi fraud (penipuan). Salah satu yang disediakan adalah SAS Enterprise Financial Crime Framework. Dari hal ini dapat dilakukan empat hal yaitu kemampuan pengelolaan data, deteksi dan peringatan dari perangkat-perangkat yang ada, peringatan secara fleksibel dari kemampuan suatu pengelolaan, analisis jaringan penipuan, dan kemampuan pengelolaan suatu kasus.

Dari kemampuan pengelolaan data dapat diketahui oleh perbankan suatu gambaran bentuk transaksi, tempat transaksi, mengapa transaksi disetujui, dan bagaimana suatu transaksi itu bisa disetujui. Beragam deteksi dan peringatan dari perangkat yang ada bisa dilakukan pada transaksi yang tidak normal dari biasanya, merekam kebiasaan transaksi nasabah, dan memperkirakan transaksi di luar kewajaran.

Peringatan secara fleksibel dari kemampuan suatu pengelolaan yang terdapat pada SAS Enterprise Financial Crime bisa dilakukan perbankan suatu peringatan dari sistem pengawasan yang ada. Kemudian, analisis jaringan penipuan menyuguhkan analisis semua aktivitas nasabah dengan jaringan kegiatan.

Manfaat lain yang terasa dari SAS Enterprise Financial Crime adalah menunjang penyelidikan bila terjadi aksi fraud dari aktivitas yang ada. Salah satu perusahaan yang menggunakan solusi ini adalah Bank Australia.

Nice Actimize menyodorkan solusi penanganan fraud di Indonesia berupa Actimize Integrated Fraud Management Suite. Mitra lokal yang digandeng di Tanah Air adalah Q2 Technologies. "Kami menawarkan solusi penipuan, pencucian uang, dan manajemen risiko untuk korporasi termasuk bank," urai Raghav Sahgal, Presiden Nice Actimize Asia Pacific (APAC).

Hal yang dapat ditanggulangi Actimize Integrated Fraud Management Suite berupa penipuan kartu kredit, situs perbankan, tabungan, pembayaran retail, dan penipuan yang dilakukan karyawan internal suatu perusahaan. Perangkat ini juga berfungsi sebagai sistem pengawasan, analisis data terstruktur dan tidak terstruktur, serta solusi keamanan.

Salah satu fitur yang terdapat pada Actimize Integrated Fraud Management Suite adalah Actimize Core Risk Platform yang bisa menyusun model analisis dan proses bisnis perusahaan masing-masing.

Solusi Actimize Integrated Fraud Management Suite yang hadir pada saat sekarang merupakan generasi keempat. Sebanyak 250 perusahaan termasuk 10 bank global telah menggunakan solusi tersebut. mochamad ade maulidin
 http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/101815

Lima Bulan, Seribu Kejahatan Perbankan

Bank Indonesia mencatat, da dua kasus yang mendominasi laporan fraud sepanjang tahun ini, yakni kasus pencurian identitas nasabah dan kasus card not presense (CNP).

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ronald Waas di Jakarta, kamis (5/7/2012) menjelaskan bahwa kasus kejahatan online tanpa menggunakan kartu sebagai kejahatan perbankan terbanyak yang dilaporkan nasabah sepanjang Januari-Mei 2012.

Berdasarkan data BI, selama lima bulan pertama tahun ini ada 1.009 laporan kasus kejahatan perbankan. Nilai kerugian mencapai Rp 2,37 miliar. Kasus pencurian identitas nasabah paling banyak diadukan.

Total aduan mencapai 458 laporan dengan nilai kerugian Rp 545 juta yang dialami 18 penerbit kartu. Adapun pengaduan terkait dengan pencurian identitas mencapai 402 laporan dengan nilai kerugian Rp 1,14 miliar.



Ronald menuturkan, dalam era layanan perbankan elektronik berbasis teknologi informasi seperti sekarang ada beberapa titik rawan terkait dengan keamanan. Pertama, kerawanan prosedur perbankan, yaitu lemahnya identifikasi dan validasi calon nasabah, sehingga mudah dilakukan pemalsuan identitas.

Kedua, kerawanan fisik. Kartu ATM yang digunakan saat ini jenisnya masih magnetic stripe card yang tidak dilengkapi pengaman chip (smart card) sehingga skimming PIN mudah dilakukan.

Ketiga, kerawanan aplikasi yang terkait dengan sistem keamanan dalam aplikasi. Keempat, kerawanan perilaku yang terkait dengan kecerobohan nasabah ataupun bank ketika bertransaksi.

Sehubungan dengan hal itu, Ronald mencontohkan, transaksi menggunakan kartu kredit untuk pembelian bahan bakar kendaraan di pom bensin. Nasabah memberikan kartu kreditnya kepada petugas.

"Identitas seperti nama dan nomor kartu 3 digit di belakang bisa diketahui. Ini mudah sekali kalau jenis kartu magnetic stripe card. Kalau chip bisa aman," katanya.

Kejahatan Bank: Manipulasi di Pasar Uang

Senin, 28/01/2013 Kejahatan Bank: Manipulasi di Pasar Uang
PENULIS : Nur Cahyo


Plasadana.com - Hasil investigasi sebuah bank di Singapura menemukan kejahatan kolektif yang dilakukan oleh para pialang di pasar uang. Mereka naik-turunkan kurs di pasar derivatif lewat kesepakatan yang bersifat kolusi.
Kasus serupa pada tahun lalu terjadi untuk suku bunga antarbank London atau LIBOR, yang biasanya jadi patokan pinjaman dana dari Eropa. Ketika itu, para eksekutif bank berkolusi menetapkan suku bunga, demi keuntungan kantong mereka, tak peduli peminjam dirugikan.
Kali ini terjadi untuk transaksi mata uang negara-negara yang sedang berkembang. Sejumlah pialang pasar uang dari sejumlah bank, saling komunikasi melalui pesan elektronik untuk menetapkan kurs yang mereka inginkan.
Kurs tersebut ditetapkan untuk transaksi derivatif non-deliverable foreign exchange forwards (NDFs). Lewat instrumen ini, perusahaan atau investor bisa melakukan lindung nilai (hedge) kewajibannya pada nilai tertentu, atau mereka juga bisa berspekulasi di pasar mata uang.
Komunikasi yang biasa mereka lakukan seperti ini: "Hei, saya butuh bantuan Anda. Tetapkan di harga bawah," tutur seorang sumber di bank Singapura kepada Reuters, menceritakan model kolusi para pialang itu.
Kelakuan kolusi mereka ini tentu saja akan berdampak pada pasar spot atau pasar transaksi langsung mata uang. Jadi, pergerakan harga bukan kehendak pasar, melaikan kehendak para pialang itu sendiri.

Prospek Ekonomi Indonesia 2013 dan 2014

http://bappenas.go.id/node/116/3641/prospek-ekonomi-2013-dan-2014/

Wednesday, November 28, 2012

Forum KonsultasiPerpajakan Menjelang Tutup Buku Operasi Tahun 2012


End-YearTax Workshop Summit
Temu Karya Perpajakan Akhir Tahun
Forum KonsultasiPerpajakan Menjelang Tutup Buku Operasi Tahun 2012

Dengan ini kami mengundang kehadiran Para Direktur Keuangan/ Komisaris/Kepala Divisi Keuangan/ Div.Akuntasi pada acara forum konsultasi perpajakan menjelang tutup buku akhir tahun 2012 yang akan diselenggaraknpada :
                Hari        : Kamis
                Tanggal   : 20 Desember 2012
                Tempat   : Hotel Red Top Jakarta
                Waktu    : Jam 8.30 sampai dengan 16.00

Materi yang akan dibahas dalam workshop ini sangat diperlukan sebagai bahan pertimbangan dalam penyajian laporan keuangan Tahun Buku 2012. Acara menekankan pada Dialog , serta best practise untuk persiapan tutup buku dari sisi perpajakan.
Prioritaskan waktu untuk acara ini untuk kebaikan pembayaran pajak perusahaan.

Hormat Kami


Aninda Sardjana, SE., MBA
Chairman
Drs. Tjukria P. Tawaf
Managing Director

RSVP : Rahma - (021)7351946
                         -08159927946
Participant  Fee : Rp 2.000.000,-


Materi Workshop :
Problem and  Solution
  • Rekonsiliasi Fiskal Tahun Buku 2012
  •  Perpajakan PPH
  • PPN/PPn BM & Restitusi
  •  Withholding Tax, Transfer Pricing
  •  Transaksi Pajak Internasional

Panel Speaker :
Tax Conselor & Eksekutif Tax Authority
·         Drs.Puspahadi Boenyamin. Msi
·         Licke Biatant .SE.Makt
·         Yudi Ariyanto SE.MBA

Thursday, October 11, 2012

WORKSHOP PERSIAPAN SERTIFIKASI AUDIT INTERN BANK



WORKSHOP
PERSIAPAN SERTIFIKASI AUDIT INTERN BANK

Latar Belakang
Fungsi internal audit pada industri perbankan sangat penting, karena peranan yang diharapkan dari fungsi tersebut untuk membantu semua tingkatan manajemen dalam mengamankan kegiatan operasional bank yang melibatkan dana dari masyarakat luas. Menyadari kedudukan yang strategis dari perbankan dalam perekonomian, audit intern bank diharapkan juga mampu menjaga perkembangan bank ke arah yang dapat menunjang program pembangunan dari pemerintah, demikian disebutkan  dalam SPFAIB (Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank). Agar dapat bekerja dan melaksanakan fungsi audit intern secara profesional, industri perbankan harus memiliki SDM audit intern yang memiliki basis kompetensi berstandar internasional. Hal ini dapat dicapai melalui pendidikan, pelatihan dan pemberian pengalaman dalam rangka meningkatkan kompetensi para audit intern bank yang mencakup knowledge (pengetahuan), skills (keterampilan) dan atittude (sikap kerja). Selain itu, aspek penting dalam menilai sampai sejauh mana kompetensi tersebut telah dicapai maka diperlukan standarisasi kompetensi dari audit intern bank. Dengan adanya standarisasi kompetensi, maka bank yang memiliki SDM yang belum mencapai standar harus meningkatkan kemampuannya sehingga memenuhi standar yang ditetapkan.

Kebijakan itu akan memperkuat pengawasan internal,manajemen risiko,dan terciptanya good corporate governance (GCG) di industri perbankan nasional. Auditor menjadi mitra bagi BI dan memiliki fungsi strategis yang penting. Auditor berfungsi sebagai first line defence yang mendukung terjaganya industri perbankan nasional. Sertifikasi auditor perbankan sejalan dengan rencana BI untuk melakukan sertifikasi profesi perbankan, baik umum maupun khusus.

Melalui penerapan standarisasi dan sertifikasi, auditor perbankan bisa memperbaiki kinerja. Standar kompetensi kerja nasional itu merupakan uraian kemampuan yang mencakup pengetahuan, keterampilan, dan perilaku. Selain itu, meliputi sikap kerja minimal yang harus dimiliki seseorang yang menduduki jabatan tertentu dan berlaku secara nasional.

Tuntutan untuk terpenuhinya kompetensi seseorang dalam jabatannya merupakan suatu hal yang penting guna mendorong kinerja bank mencapai hasil yang terbaik. Salah satunya adalah memenuhi kompetensi yang disyaratkan. Kompetensi adalah suatu kemampuan menguasai dan menerapkan pengetahuan, keterampilan/keahlian dan sikap kerja tertentu di tempat kerja sesuai dengan kinerja yang dipersyaratkan. Dalam kaitan dengan kompetensi inilah sertifikasi terhadap para auditor intern menjadi suatu hal yang penting, agar manajemen yakin bahwa para auditornya benar-benar telah bekerja berdasarkan standar.

Untuk menetapkan suatu sertifikasi yang kredibel serta berlandaskan peraturan yang berlaku maka, pada awal 2007 IBI (Ikatan Bankir Indonesia) membentuk team Pokja (Kelompok Kerja) untuk pembuatan Standar  Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Audit Intern Bank (SKKNI-AIB).
Pokja beranggotakan berbagai unsur, antara lain : para bankir, auditor bank, akademisi, juga Bank Indonesia.  Pokja menyusun standar dengan tetap mengacu pada SPFAIB tahun 1999, peraturan BI yang masih berlaku, serta Standard Professional Practice For Internal Auditors (SPPFIA) The Institute of Internal Auditors (The IIA).

SKKNI-AIB disahkan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi dengan Kep.37/MEN/II/2008 tanggal 29 Februari 2008, yang berlaku secara nasional untuk profesi audit intern bank dengan 3 level yaitu :
·        Audit Manajer ( Level 3), dengan Unit Kompetensi ‘Merencanakan Audit Tahunan.’
·        Audit Supervisor (Level 2), dengan Unit Kompetensi; ‘Merencanakan Penugasan Audit, Mensupervisi Penugasan Audit, serta Melaporkan Hasil Audit. dan
·        Auditor (Level 1), dengan Unit Kompetensi; ‘Melaksanakan Penugasan Audit, serta Memantau Tindak Lanjut Hasil Audit.’

Level Audit Manajer merupakan level tertinggi yaitu untuk Kepala SKAI dan Deputy/Wakil Kepala SKAI.
Level Audit supervisor untuk team Leader/Kasi/Kepala Bagian/Department Head.
Level Auditor untuk para pelaksana audit hingga Audit Officer Team Member.

Para auditor intern ini diuji dengan SKKNI-AIB untuk mengetahui apakah auditor tersebut telah kompeten dari sisi Knowledge (K), Skill (S), Attitude (A) / sikap kerja.

Pengujian dilakukan oleh lembaga yg independen yaitu Lembaga Sertifikasi Profesi Perbankan (LSPP) yg di bentuk oleh Asosiasi Industri Bank (Himbara, Perbanas, Asbanda, Asbisindo, Perbarindo), Asosiasi Bankir Indonesia (IBI), Asosiasi Bankir Specialist (Ikatan Auditors Perbankan Indonesia / IAPI, ACII Forexindo, CWMA), Bank Indonesia dan Lembaga Pendidikan (STIE Perbanas, LPPI, dll).

LSPP tunduk pada aturan  Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) : suatu badan yang dibentuk dan bertanggungjawab langsung kepada Presiden tentang sertifikasi profesi untuk tenaga kerja di Indonesia.

Terhadap tenaga kerja yang telah kompeten dalam pengujian , BNSP akan menerbitkan Sertifikat Negara bahwa peserta uji telah kompeten sesuai bidang pekerjaannya. LSPP melakukan pengujian setiap bulan sesuai jadwal terhadap para auditor intern bank yang dikirim oleh masing-masing bank.

Dalam melakukan pengujian, LSPP tidak hanya menggunakan  satu metode uji saja (multiple choice/pilihan ganda) tapi menggunakan metode portofolio, studi kasus, interview dan observasi.
Setiap level diuji minimal 2 metode, dimana setiap metode pengujian berupa daftar pertanyaan tertulis dan terstruktur berdasarkan acuan pada SKKNI-AIB.
Metode uji memerlukan pembuktian dari peserta uji berupa bukti hasil kerja mereka.

Pengujian dilakukan oleh praktisi audit intern bank yang telah memiliki Certified Accessor dari BNSP.

Tujuan & Manfaat
Tujuan dan manfaat workshop persiapan sertifikasi audit intern bank ini adalah :
1.      Menyediakan standar dan ukuran kompetensi kerja, berupa keahlian dalam bidang audit intern bank .

2.      Mempersiapkan tenaga kerja yang profesional di sektor keuangan sub sektor perbankan khususnya bidang audit intern bank yang mampu mendukung pengembangan industri perbankan dan ikut menciptakan stabilitas sektor keuangan nasional.

3.      Memberikan pemahaman yang sama tentang standar kompetensi profesi internal audit bank yang diakui oleh peraturan/perundang-undangan dan standar praktis yang berlaku secara internasional.


Instruktur
Memiliki Certified Accessor Metodologi dari BNSP dan Certified accessor level audit manajer dari LSPP.


Peserta
Junior Audit Officer, Internal Control, Senior Audit Officer,Team Leader/Kasi, Department Head/Kabag.

Waktu Pelaksanaan
1 (satu) hari, pukul 08.30 – 18.30 WIB


Jadwal Workshop

08.30 – 08.45
Register Peserta
08.45 – 09.00
Pembukaan oleh Chairman Prima Consulting
09.00 – 11.00
Latar Belakang Sertifikasi Audit Intern Bank
11.00 – 11.15
Coffee Break
11.15 – 13.15
Skema Sertifikasi Audit Intern Bank
13.15 – 14.15
Lunch
14.15 – 16.15
Skema Sertifikasi Audit Intern Bank (lanjutan)
16.15 – 16.30
Coffee Break
16.30 – 18.30
Perangkat Uji Kompetensi Audit Intern Bank
18.30
Penutupan



Penyelenggara
PRIMA CONSULTING GROUP
Jl . Burung Gereja SH No 16 Bintaro Jaya Sektor 2 , Jakarta Selatan
Phone & Fax         : ( 021) 7351946, 32025258
E-mail                    : consulting.prima@yahoo.com ,
Blog                       : www.primaconsultinggroup.blogspot.com

Tuesday, October 2, 2012

INHOUSE TRAINING OLEH PRIMA CONSULTING GROUP

UMUM
1.      Training Service Excellent And Business Communication
2.      Workshop Great Supervisory Skill “Menguasai Kemampuan Utama Supervisor”
3.      Workshop Pembekalan Pegawai Menjelang Purnabhakti
4.      Usaha Meminimalkan Risiko Hukum Didalam Pembuatan Kontrak Bisnis
5.      Pelatihan Pengadaan barang Jasa
6.      Pelatihan Tax Planing : Penelitian Pendahuluan, Pembetulan SPT, Pemeriksaan, Keberatan, Banding, Gugatan, Penagihan, Pemeriksaan Bukti Permulaan
7.      Workshop Kiat Menjadi manajer Baru yang Sukses

DASAR DASAR PERBANKAN

1.      Pelatihan Profesional Account Officer
2.      Kursus Dasar Perbankan
3.      Kursus Dasar Perkreditan
a. Pelatihan Kredit Untuk Bank
b. Pelatihan Analisa Laporan Keuangan Untuk Analis Kredit
c. Aspek-aspek Hukum Perkreditan
4.      Kursus Dasar Treasury
5.      Kursus Dasar Akuntansi Perbankan
6.      Service Excellent Untuk Customer Service & Front Liners
7.      Pelatihan Aspek-aspek Hukum Perbankan


SUPERVISORY LEVEL

1.      Kursus Account Officer
a. Pelatihan Profesional Account Officer
2.      Kursus Perkreditan
a. Pelatihan Kredit Untuk Bank
b. Pelatihan Analisa Laporan Keuangan Untuk Analis Kredit
c. Permasalahan Kriminalisasi Kredit Macet
d. Pelatihan Penyelesain Kredit
e.Pelatihan Aspek-Aspek Hukum Perkreditan
3.      Kursus Treasury untuk Dealer
4.      Dasar dasar Audit untuk Perbankan
a.Pelatihan  Teknik Investigasi Dalam Pelaksanaan Audit Investigatif
b. Pelatihan Penerapan Strategi Anti Fraud (Memahami Surat Edaran No. 13/28/DPNP tgl 9 Desember 2011)
c. Pelatihan Mengoptimalkan Pelaksanaan Internal Control Dalam Transaksi Operasional Sebagai Dinding Pertama Pengamanan Bank
d. Workshop Mendeteksi dan mencegah Kecurangan Laporan Keuangan (Fraudulent Financial Reporting)
5.      Kursus Accounting for bankers (untuk pejabat pejabat yunior diluar yang bekerja di bid. Akuntansi)
6.      Bank Accounting (untuk pejabat & karyawan yang ada di bidang akuntansi)
7.      Dasar dasar pembuatan Business Plan
8.      Dasar dasar pembuatan perjanjian
9.      Training Risk Based Audit
10.  Training Aspek Psikologi Hubungan antar manusia dalam Kegiatan Audit Intern
11.  Training Audit Kegiatan Operational Banking
12.  Training Audit Kegiatan Treasury
13.  Training Audit Kegiatan Perkreditan
14.  Training Audit kegiatan International Banking (Trade Service)
15.  Training ODP (Officer Development Program)


MANAJERIAL LEVEL

1.      Workshop Bank Marketing
2.      Seminar Leadership
3.      Seminar Decision Making Process
4.      Seminar IT for Bankers
5.      Seminar Motivasi & Komunikasi untuk Manajer (Motivation & Communication for Managers)
6.      Workshop Asset Liability Management
7.      Corporate Planning for Managers