Wednesday, May 23, 2007

PENAWARAN WORKSHOP "NEGOTIATION SKILL"


SOFTSKILL TECHNIQUES WORKSHOP
Duration: 2 days seminar
NEGOTIATION SKILL


I. LATAR BELAKANGWalaupun negosiasi merupakan proses natural yang akan dilaksanakan oleh setiap manusia dalam kehidupan keseharian, akan menjadi lebih bermakna dan bermanfaat dalam menunjang keberhasilan pelaksanaan operasional perusahaan umumnya dan perbankan pada khususnya. Khususnya karena perusahaan senantiasa dituntut untuk mampu meraih suatu posisi tawar atau bargaining position yang memadai namun dengan tetap menjaga suatu hubungan baik dengan business partner sehingga diperoleh suatu relationship yang berkelanjutan namun sama-sama menguntungkan (win-win solution and position)
Seluruh jajaran perusahaan harus mampu meningkatkan keakhlian bernegosiasinya, terkait dengan masing-masing jabatan dan posisinya, yang terintegrasi dalam strategi perusahaan. Karenanya diperlukan suatu tuntunan dan arahan agar masing-masing personalia perusahaan mampu menyadari sepenuhnya hal-hal terkait dengan negosiasi, menggali kemampuannya dalam bernegosiasi dan mengintegrasikannya dengan strategi makro perusahaan, khususnya dalam bidang pekerjaaan dan jabatan yang dimiliki.
Oleh karena itu kegiatan pelatihan Negotiation Skill diyakini mampu sebagai salah satu cara untuk menggali kemampuan internal dan inheren yang telah ada di dalam setiap jajaran personalia perusahaan dalam bernegosiasi, serta mengarahkannya agar selaras dengan tujuan perusahaan.
Pelatihan (workshop) ini didisain dalam bentuk metode interaktif di antara instruktur, yang merupakan gabungan dari kajian beberapa pemikiran, kasus maupun pendangan filosofis, dengan pelaksanaan aktual dalam pengelolaan usaha. Secara umum diharapkan hasil pelatihan akan mampu memperkaya pengetahuan dan keterampilan para jajaran pegawai dalam melaksanakan negosiasi guna menunjang keberhasilan organisasi secara keseluruhan.

II. MAKSUD DAN TUJUAN WORKSHOP
Setelah mengikuti workshop ini diharapkan para peserta akan dapat memahami secara mendalam mengenai
1. Manfaat keakhlian bernegosiasi dalam mencapai keberhasilan organisasi maupun pribadi
2. Memahami kemampuan internal dan mengembangkannya dalam suatu bentuk keakhlian bernegosiasi yang khas dan spesifik namun tetap terarah serta terintegrasikan dalam suatu team guna mencapai tujuan perusahaan secara bersama

III. PESERTA WORKSHOP
Workshop ini dirancang untuk para profesional dalam bidang perbankan dan perusahaan umum, khususnya yang berprofesi sebagai:
1. Operation manager dan staff
2. Business manager dan staff’
3. Marketing manager dan staff
4. Berbagai fungsi operasional dan non operasional

IV. MATERI WORKSHOP
Materi workshop disusun dalam beberapa materi umum workshop sebagai berikut:
1. Membangunkan pemenang di dalam diri
a. Perjalanan kedalam diri
b. Keyakinan akan keberhasilan
c. Kesadaran akan arah dan tujuan kehidupan
d. Terlahir untuk menjadi pemenang
2. Setiap orang memerlukan negosiasi
a. Negosiasi adalah natural dan inherent dalam diri
b. Aspek relevan dalam negosiasi
c. Proses dalam negosiasi dan penyelesaian masalah
3. Perencanaan negosiasi
a. Kiat mengatasi konflik dalam negosiasi
b. Kajian atas hal-hal terkait dengan negosiasi
c. Perencanaan proses dan strategi negosiasi
d. Kajian keberhasilan negosiasi
4. Teknik dalam bernegosiasi
a. Penyusunan proposal untuk bernegosiasi
b. Teknik bernegosiasi secara benar dan tepat
c. Hal-hal utama yang menentukan keberhasilan teknik negosiasi
5. Motivasi tersirat dalam style negosiasi
a. Unsur kunci dalam negosiasi
b. Kebutuhan untuk mencapai tujuan organisasi
c. Kebutuhan akan kekuatan dan pengaruh
d. Telaahan atas motivasi negosiasi
Yang seluruhnya akan digunakan dalam menggali kemampuan internal yang inheren dalam diri para peserta dan menselaraskannya dengan teknik dan keterampilan bernegoasi yang benar serta diarahkan untuk mencapai keberhasilan negosiasi dalam pencapaian tujuan organisasi

V. METODE PEMBELAJARAN

1. Metode penyajian umum:
a. Presentation by lecturer
b. Case study
c. Discussion
d. Role play
2. Tiga hari sebelum dimulainya pelatihan, kepada calon peserta akan disampaikan Preconditioning Document, berupa penjelasan singkat mengenai esensi rencana training sebagai persiapan awal bagi para peserta training dalam bentuk gambaran umum, tujuan dan manfaat pelatihan serta langkah-langkah persiapan dasar yang perlu dilakukan agar mampu terwujud optimalisasi manfaat pelatihan.
3. Training akan dilakukan dengan dua fase, yaitu :
a. Selama satu hari pelatihan menyelesaikan seluruh bahan Training Framework dalam bentuk lecture, dan diskusi.
b. Selama satu hari pelatihan berupa pembahasan case study, simulasi, games dan atau role play atas materi terkait dengan Training Framework.

VI. JADUAL PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Hari Waktu Materi Training
I 07.30 – 08.30 Introduction to Negotiation Skill Workshop
08.30 – 09.30 I’m Here at Your Services
09.30 – 09.45 Coffee Break
09.45 – 10.45 Membangunkan pemenang di dalam diri
10.45 – 11.45 Setiap orang memerlukan negosiasi
11.45 – 12.45 Perencanaan negosiasi
12.45 – 14.00 Istirahat, solat dan makan siang
14.00 – 15.00 Teknik dalam bernegosiasi
15.00 – 15.15 Coffee Break
15.15 – 16.30 Motivasi tersirat dalam style negosiasi

II 07.30 – 08.30 Pemenang dalam diri-Game/Role Play
07.30 – 08.30 Case study-diskusi kelompok: manfaat negosiasi dalam menunjang keberhasilan diri dan organisasi
09.30– 09.45 Coffee Break
09.45 – 10.45 Case study-presentasi kelompok: manfaat negosiasi dalam menunjang keberhasilan diri dan organisasi
10.45 – 11.45 Case study-diskusi kelompok: perencanaan negosiasi
11.45 – 12.45 Case study-presentasi kelompok: perencanaan negosiasi
12.45 – 14.00 Istirahat, solat dan makan siang
14.00 – 15.00 Saya bangga menjadi pegawai dan bagaimana meningkatkan kinerja melalui negosiasi - Game / Role Play
15.00 – 15.15 Coffee Break
15.15 – 16.30 Menjadi pemenang dalam negosiasi - Game / Role Play
16.30 - Selesai Penutupan

VII. RESUME/CV FASILITATOR/INSTRUKTUR

Harry Sutanto
Lulus Fakultas Pertanian UNPAD, Bandung tahun 1983 dan Illinois MBA at Urbana Champaign, USA tahun 1996. Peserta berbagai pelatihan antara lain dalam bidang pasar modal di Merryl Lynch USA, benchmarking training di BB&T Bank, Carolina, USA, Retail Finance Conference-Asia Pasifik di Singapore.
Tiga tahun bekerja di perkebunan swasta besar di Riau, Sumatera, 21 tahun bekerja di Bank Pemerintah terbesar di Indonesia dalam bidang Corporate Business, pengelolaan cabang, pasar modal, pengelolaan anak perusahaan dan unused asset, Consumer Risk dan Corporate Risk. Menjabat sebagai Komisaris Utama dan Komisaris di perusahan-perusahaan properti dan security percetakan, anggota Tim Likuidasi Bank, pernah menjabat dalam berbagai keanggotaan organisasi formal terkait dengan pelaksanaan tugas di perbankan. Trainer di berbagai pelatihan marketing, organisasi dan pengelolaan perbankan serta pengajar di tingkat pascarsarjana (Magister Management) di Universitas Negeri dan Universitas Swasta, keduanya merupakan universitas terkemuka di Indonesia, dengan bidang kajian ilmu Manajemen Kredit Perbankan, Manajemen Stratejik, Risk Management, International Management, Managing Global Enterprise dan Motivation.

Peserta :
Agar tercapai situasi yang mendukung terbentuknya hasil pembelajaran yang maximum, jumlah peserta disarankan 25 orang karena perlu adanya aktifitas peragaan secara individual.

Bagi yang berminat dapat menghubungi Prima Consulting Group

Tuesday, May 22, 2007

Suasana Seminar Prima Consulting Group

Seminar ini diselenggarakan di Sari Pan Pacific Hotel Jakarta

Suasana Seminar Prima Consulting Group


Seminar ini diselenggarakan di Sari Pan Pacific Hotel Jakarta

Thursday, May 17, 2007

PROPOSAL PELATIHAN "BAGAIMANA BERHUBUNGAN & BERTRANSAKSI MELALUI BANK"


PROPOSAL PELATIHAN
UNTUK NASABAH DAN CALON NASABAH BANK

BAGAIMANA BERHUBUNGAN DAN BERTRANSAKSI MELALUI BANK



I. PENDAHULUAN

Pelatihan ini kami rancang buat nasabah atau calon nasabah bank, bisa merupakan suatu paket yang merupakan “prize” dari bank terhadap nasabahnya, atau melengkapi peran bank dalam memberikan petunjuk dan bimbingan pada nasabahnya sehingga nasabah dapat memanfaatkan segala produk dan jasa banknya dengan baik dan bank memperoleh manfaat yang optimal pula.

Kondisi perekonomian dan dunia perbankan khususnya, saat ini masih diliputi berbagai masalah. Hal ini perlulah selalu dikaji dan dicari upaya untuk keluar dari permasalahan yang rumit ini. Selanjutnya perlu diambil langkah-langkah nyata untuk membantu keluarnya kita dari berbagi kesulitan. Untuk itulah kita perlu berbuat dengan memberi sumbangan pada upaya pembantuan percepatan perkembangan perekonomian bangsa ini.

Masih rumitnya hubungan perbankan dengan dunia usaha dan masyarakat tidak bisa dipisahkan dengan belum pahamnya sebagian nasabah terhadap perbankan, atau juga masih saja terdapat hubungan sektor real dan bank yang belum serasi. Bank yang sehat pasti di dukung oleh nasabah dan usaha nasabah yang sehat pula. Karenanya upaya untuk selalu menyehatkan perekonomian akan selalu berkaitan dengan upaya menyehatkan bank dan menyehatkan dunia usaha.

Proposal ini berkaitan dengan usulan untuk berupaya meningkatkan dan mendorong keserasian kesehatan kedua institusi ini, antara bank dan nasabahnya, dengan harapan pada akhirnya akan tercipta suatu sinergi untuk mendorong perekonomian yang bermanfaat bagi semua penghuni negri ini.


II. MASALAH

Kondisi perbankan sangat memerlukan nasabah-nasabah dan calon nasabah bank berkualitas baik.

Bank :
• Ingin memiliki nasabah yang baik dan berkembang, bersama banknya.
• Namun dalam kenyataannya, bank cukup sulit membimbing nasabah satu persatu dengan berbagai persoalannya
• Sebenarnya bank banyak punya fasilitas yang bisa dimanfaatkan nasabah, namun karena komunikasi dengan nasabah yang kurang berjalan dengan baik, maka kebanyakan produk dan jasa perbankan hanya ternikmati oleh beberapa nasabah yang relatif besar.
• Bank merasa kesulitan juga kalau membina nasabah-nasabah semuanya dari yang kecil, menengah sampai besar.

Nasabah atau calon nasabah:
• Nasabah atau calon nasabah bank sebenarnya banyak yang berkeinginan memeroleh fasilitas bank, namun nasabah merasa kesulitan untuk berkomunikasi secara luas dengan banknya, bahkan banyak yang beranggapan bank justru mempersulit dengan persyaratan yang sangat rigid.
• Kurangnya pengetahuan tentang bank teknis yang dimiliki nasabah mengakibatkan banyak fasilitas produk, jasa layanan bank tak bisa diperoleh dengan optimal oleh para nasabahnya.
• Nasabah memang tidak mampu memenuhi syarat-syarat teknis adminstrasi untuk berhubungan dengan bank.

Memperhatikan masalah tersebut, maka pelatihan ini merupakan suatu program bagi para para pengusaha yang intinya mengkomunikasikan dan meningkatkan hubungan bank dengan nasabahnya, sehingga diharapkan :

Nasabah ataupun calon nasabah bank mampu
• Memenuhi dan memahami persyaratan bank teknis dalam berhubungan dengan bank.
• Mampu mengembangkan usahanya secara optimal.
• Mampu memanfaatkan peluang usaha dengan bekerja sama dengan banknya.
• Mampu memanfaatkan berbagai produk dan jasa layanan bank yang tersedia.

Bagi Bank :
• Memudahkan bank dalam berkomunikasi dengan nasabah dan calon nasabah.
• Memudahkan bank dalam memberi pengertian kebutuhan bank dalam memenuhi syarat-syarat bank teknis.
• Bank bisa lebih fokus pada advis bisnis dari pada pada bank teknis.

Saat ini nampaknya kita dituntut pula untuk menjawab tantangan ini. Yaitu menjadi jembatan untuk meningkatkan kualitas sumber daya perbankan, termasuk unsur yang berhubungan dengan bank-nya yaitu nasabah dan calon nasabah.

Meningkatnya kualitas nasabah akan sangat memudahkan komunikasi, pembinaan pihak bank serta akan diperolehnya manfaat dari kedua pihak untuk saling memberikan nilai tambah masing-masing sehingga tercipta suasana win-win dalam berhubungan satu dengan lainnya.

Satu program pelatihan bagi mereka ini sangatlah diperlukan. Karenanya materi cara penyampaiannya atas tiap topik pembelajaran perlulah memperhatikan beberapa hal :

* Bagaimana bank melihat nasabahnya
* Bagaimana bank melihat data nasabah
* Bagaimana dan kenapa bank memerlukan data nasabah
* Apa yang harus disiapkan nasabah dalam berhubungan dengan bank
* Bagaimana bank mengolah data nasabah dan data/informasi lainnya
* Apa yang bisa dimanfaatkan kedua pihak dalam mengembangkan bisnisnya.

Hasil yang diharapkan adalah terbukanya pemahaman para nasabah dan calon nasabah terhadap bank, sehingga dia bisa melihat peluang apa yang mungkin digunakan dalam mengembangkan bisnisnya dengan mematuhi aturan main perbankan.

Dengan cara ini, tentunya diharapkan kualitas nasabah bank yang makin membaik sehingga segala produk dan services bank bisa dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

III. PESERTA
Nasabah bank atau calon nasabah bank ;
 Pengusaha
 Pegawai perusahaan yang menangani hubungan dengan bank
 Asosiasi pengusaha

V. MATERI PELATIHAN
Lokakarya ini dirancang dengan materi yang tidak terlalu kompleks dan mudah untuk dipahami oleh para pesertanya dengan tujuan untuk membuka pemahaman yang lebih luas tentang bank.

Lokakarya ini dirancang untuk 3 hari.
Setelah selesai mengikuti lokakarya, peserta akan mendapat sertifikat.

Materi Lokakarya meliputi ;

I. PENGENALAN BANK
1. Bank dan lembaga keuangan
2. Jenis-jenis bank

II. PRODUK-PRODUK BANK
1. Aktivitas bank
2. Penghimpunan dana
3. Penggunaan dana

III. BAGAIMANA ANDA BERHUBUNGAN DENGAN BANK
1. Organisasi bank
2. Organisasi, fungsi dan tugas Kantor Cabang bank
3. Kesiapan anda sebagai pengusaha

IV. PRODUK FUNDING
1. Giro
2. Tabungan
3. Deposito

V. JASA-JASA BANK
1. Kliring
2. Inkaso
3. Transfer
4. Safe Deposit Box

VI. KREDIT
a. Klasifikasi Kredit Perbankan
1. Jangka waktu kredit
2. Sifat penggunaan kredit
3. Sumber dana pembiayaan kredit
4. Cara pembayaran kembali kredit
b. Produk Kredit Perbankan
1. Kredit Rekening Koran
2. Kredit Aksep
3. Pembiayaan giro-giro mundur
4. Anjak piutang (factoring)
5. Post Import Loan
6. Export Financing
7. Term Loan
8. Kredit Sindikasi
9. Agunan bank
10. Car Loan
11. Kredit Pemilikan Rumah (KPR)
12. Kartu Kredit
c. Proses Pemberian Kredit
1. Kerangka dasar proses
2. Permohonan Kredit
3. Pengumpulan data dan peninjauan agunan
4. Analisis kredit
5. Proposal kredit
6. Pengumpulan data pelengkap
7. Pengikatan kredit/agunan
8. Adminstrasi kredit
9. Agunan Kredit
d. Kewajiban-kewajiban nasabah
1. Pembayaran bunga/pokok/pelunasan
2. Laporan-laporan nasabah
3. Kunjungan dan diskusi dengan bank

VII. EKSPOR IMPOR
1. Mekanisme dan Pelaku L/C
2. Uniform Customs & Practice for Documentary Credit / UCPC
3. Jenis-jenis L/C
4. Dokumen-dokumen


WAKTU DAN PENYELENGGARAAN
Jumlah Sesi : 3 hari kerja, dari pukul 9.00 – 16.30
Jumlah Peserta : 20 orang
Biaya : Rp. 55.000.000,-untuk sejumlah 20 orang.
- Seminar Kit
- Pengadaan Note book dan Infocus
- Sertifikat
Biaya tersebut belum termasuk:
- Ruangan dan perlengkapan
- Flip chart
- Cofee break dan lunch
- PPh 10 %

PROPOSAL PELATIHAN PENCEGAHAN KECURANGAN DALAM TRANSAKSI OPERASIONAL BANK


LATAR BELAKANG
Mengingat berbagai pihak di bank dapat melakukan kecurangan baik pemegang saham, pengurus, pegawai, nasabah, auditor intern, auditor ekstern maupun pihak lain seperti, kontraktor, appraisal dan konsultan, dan dia bisa melakukannya sendiri-sendiri, dalam kelompok yang kecil bahkan mungkin dilakukan dengan kelompok yang besar, luas serta terorganisir, maka konsep membangun program pencegahan kecurangan yang handal dalam semua kegiatan menjadi satu hal yang teramat penting.

Untuk memicu budaya “waspada” dan bank berkomitmen untuk mencegah kecurangan maka kewaspadaan para petugas bank untuk melindungi banknya dari kecurangan (fraud) sangat diperlukan ditengah-tengah segala kesibukannya.

Dalam kaitan ini maka para petugas bank yang melakukan kegiatan pengawasan, supervisi, control dan audit tentunya dituntut untuk mampu setidaknya mengenali sesuatu transaksi tidak wajar.

Kewaspadaan seperti ini diharapkan dapat mencegah kemungkinan orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan kecurangan.

SASARAN DAN MANFAAT
Kami merancang workshop ini untuk meningkatkan pemahaman para petugas yang bergelut dibidang pengawasan seperti internal audit, internal control, risk management, compliance dan supervisornya untuk memahami transaksi-transaksi yang berindikasi tidak normal dan cenderung bisa menjadi obyek kecurangan.
Apabila kecurangan terjadi juga, bagaimana cara penanganannya termasuk cara pemeriksaan sampai pelaporannya.

PESERTA
Agar tercapai situasi yang mendukung terbentuknya hasil pembelajaran yang optimal, jumlah peserta dibatasi 25 orang.
Yang diharapkan hadir yang bertugas pengawasan seperti internal audit, internal control, compliance, risiko.

FASILITATOR
Terdiri dari senior professional di bidang audit perbankan dan instruktur pelatihan telah banyak terlibat dalam pelatihan sumber daya manusia untuk perbankan.

WAKTU
2 (dua) hari kerja
Pukul : 08.30 - 16.00 WIB

PENDEKATAN
Metode penyampaian mengikuti prinsip pelatihan experiential learning yang meramu teknik fasilitasi antara teori, kasus, diskusi, peragaan, business games dan lecture yang dikaitkan dengan contoh-contoh yang relevan dengan aktivitas kecurangan di bank.

MATERI DAN JADWAL KEGIATAN LOKAKARYA

Sesi Topik Bahasa
Hari Pertama
Sesi I
Control Transakasi
Sesi II Dasar-dasar kebijakan dan langkah bank dalam mencegah & Mendeteksi Kecurangan
Sesi III Deteksi terjadinya Kecurangan di Bank
Sesi IV Deteksi terjadinya Kecurangan di Bank
Hari Kedua
Sesi I
Menangani Kecurangan
Sesi II s/d IV Mencegah dan Mendeteksi Kecurangan Bank
• Pencegahan Kecurangan
• Menekan Kemungkinan Kecurangan
• Deteksi Kecurangan
• Investigasi Dan Recovery
• Implementasi dari sasaran Program Pencegahan Kecurangan

VIII. BIAYA
Besarnya biaya Rp 40.000.000,00 untuk sejumlah 25 orang. Setiap kelebihan peserta biaya tambahan Rp. 750.000,00 per orang.

Biaya ini telah termasuk :
• Reading material
• Sertifikat peserta
Biaya tersebut belum termasuk
• Sewa ruangan kelas & perlengkapannya
• Ruang diskusi kelompok
• Rehat kopi dan makan siang
• Pajak (PPh) 10%

PENAWARAN PROGRAM PELATIHAN ANALISA LAPORAN KEUANGAN UNTUK ANALIS KREDIT


PROGRAM PELATIHAN
ANALISA LAPORAN KEUANGAN UNTUK ANALIS KREDIT
(BASIC LEVEL)



Dalam rangka menjadikan portofolio kredit bank memenuhi unsur-unsur kelayakan kredit diperlukan tersedianya pejabat-pejabat bank yang mampu memahami dan melakukan analisa kelayakan kredit secara komphrehensif. Oleh karena itu program pelatihan Credit Analyst ini dirancang sedemikian rupa agar keseluruhan materi yang disajikan dapat mencakup ruang lingkup tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan kepada seorang Credit Analyst, khususnya dalam kapasitas dapat menjelaskan konsep dan tehnik analisa laporan keuangan dengan menggunakan alat-alat uji yang umum digunakan. Agar dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, seorang Credit Analyst perlu memiliki keterampilan teknis yang relevan dengan tugas-tugas tersebut.


TUJUAN PROGRAMSetelah peserta mengikuti Program Pelatihan Credit Analyst, diharapkan :
* Memahami dan memiliki keterampilan yang memadai dalam menyusun evaluasi dan analisa laporan keuangan terhadap proposal kredit.
* Memahami dan memiliki ketrampilan secara khusus mengenai pendekatan/analisa keuangan.

KURIKULUM
1. Kebijakan perkreditan
2. Fungsi dan tugas – tanggung jawab Credit Analyst
3. THE SIX C’s OF CREDIT
4. PEMBAGIAN JENIS KREDIT BANK UMUM
5. Penggunaan statistic analysis pada data laporan keuangan
• Alat-alat yang digunakan (Averaging, Deviation Analysis, Time series trend dan rasio)
• Pentingnya menggunakan standar perbandingan yang tepat
6. Laporan Keuangan
• Pendahuluan
• Neraca
• laporan Rugi Laba
• Laporan Arus Kas
7. Konsep dan tehnik alat-alat analisa
• Analisa Rasio
• Analisa Trend, Vertikal dan Horizontal
• Analisa Arus Kas (Cashflow Analysis)
8. Ruang Lingkup dan Analisa Kebutuhan Jenis-Jenis Kredit
• Kredit Modal Kerja
• Kredit Investasi
• Kredit Konsumsi
• Kredit Program
• Trade Finance
9. Struktur Kredit dan Affirmative dan Negative Covenant

METODOLOGIMetodologi yang digunakan dalam pelatihan ini adalah kuliah mini, latihan, diskusi, pembahasan kasus, dan presentasi kelompok.


PESERTA DAN WAKTU
Peserta adalah :
* Para Credit Analyst atau yang bertanggung jawab bidang perkreditan.
* Para Calon Analyst Kredit
* Risk Analyst

Jangka Waktu : 15-18 sesi @ 60 menit (3 hari kerja dari jam 08.00 – 17.00)

Jumlah Peserta : Setiap angkatan diikuti maksimal 25 orang.