Latar Belakang
Pelaksanaan GCG saat ini merupakan suatu keharusan baik di BUMN, BUMD, Perusahaan Publik. Dalam hubungan ini, peran Dewan Komisaris beserta komite-komitenya sangat besar perannya untuk keberhasilan pelaksanaan GCG tersebut.
Komite Audit sebagai komitenya Dewan Komisaris, salah satu tujuan utamanya adalah melakukan review proses pelaksanaan audit independen, termasuk mengusulkan penunjukan dan evaluasi kinerja Auditor Independen disamping tujuan lainnya seperti ;
• Mengawasi Proses Pelaporan Keuangan untuk meyakinkan terdapat keseimbangan
antara Keterbukaan (transparency) dan Integiritas informasi keuangan yang
diterbitkan.
• Review efektivitas Sistim Pengendalian Intern dan Sistim Manajemen Risiko
Perusahaan
• Review efektivitas Fungsi Audit Intern (internal audit);
• Review proses monitoring kepatuhan perusahaan terhadap hukum dan perundang-
undangan yang berpengaruh kepada pelaporan keuangan, termasuk Pedoman Perilaku
Bisnis (code of business conduct).
Dalam lingkup kerjanya, Perhatian Utama Komite Audit meliputi scope yang luas :
• Pelaporan keuangan; Kelayakan dari kebijakan akuntansi, Kewajiban pengungkapan
(Disclosure), Kewajaran dan keseimbangan analisis pembahasan manajemen / review
operasional
• Audit external (independen) ; Penunjukan dan honorarium, Lingkup pekerjaan,
Independensi, Temuan audit yang signifikan/ rekomendasi, Kinerja auditor extern
• Manajemen risiko & pengendalian intern ; Pemahaman atas area risiko utama/kunci,
Efektivitas pengendalian, Risiko kecurangan (Fraud )
• Audit intern; Kewenangan tugas (charter) dan sumber daya, Lingkup pekerjaan,
Efektivitas audit intern, Respon terhadap rekomendasi audit intern
• Memelihara & mengukur efektivitas; Kebutuhan pelatihan, Memelihara kemampuan,
membaca keuangan (financial literacy),Evaluasi kinerja tahunan komite audit
• Komunikasi & pelaporan ; Hubungan dengan manajemen, Membaharui & rekomendasi
kepada Komisaris, Laporan kepada komisaris dan pemegang saham
• Hal-hal yang berkaitan dengan peraturan, kepatuhan dan etik; Efektivitas dari
sistim untuk memastikan kepatuhan terhadap hukum dan peraturan Pedoman
perilaku/etika, Whistleblowing .
Banyak problem yang dihadapi oleh Dewan Komisaris dan Komite Audit dalam melaksanakan tugasnya, termasuk yang berkaitan dengan Auditor Independen atau Kantor Akuntan Publik, baik dalam tata cara pemilihan maupun dalam pelaksanaan kerjanya.
Tujuan
Workshop ini membahas terutama topik tersebut tentang bagaimana memilih auditor independen & mengevaluasi pelaksanaan audit kantor Akuntan Publik (KAP). Diharapkan peserta memahami aplikasi yang terbaik serta sejalan dengan ketentuan yang berlaku dari sudut : GCG , Kewajaran laporan keuangan secara keseluruhan dan Kesesuaian dengan Prinsip Akuntansi yang berlaku Umum .
Peserta
• Dewan Komisaris
• Ketua Komite Audit
• Anggota Komite Audit
• Satuan Kerja Audit Intern (SKAI)
• Satuan Pengawas Intern (SPI)
• Divisi Akuntansi
• Divisi Manajemen Risiko
• Divisi Kepatuhan (Compliance)
Waktu Pelaksanaan
Rencana penyelenggaraan Workshop tersebut adalah sebagai berikut :
Hari : Rabu & Kamis
Tanggal : 14 & 15 Oktober 2009
Pukul : 08.30 - selesai
Tempat : Hotel Millennium Sirih – Jl. Fachrudin No. 3 , Jakarta Pusat
Penyelenggara
PRIMA CONSULTING GROUP
Alamat : Jl. Kerinci VIII/1b, Singgalang, Taman Puring, Keb – Baru, Jakarta
Phone : (021) 72797407, Fax : (021) 72797407
E-mail : primaaut@cbn.net.id , consulting.prima@yahoo.com
Blogspot: www.primaconsultinggroup.blogspot.com
Jadwal Acara
Rabu, 14 Oktober 2009
Sesi 1 / 09.00 – 10.30
Memilih Auditor Independen ( External Auditor) ; Tata cara, prosedur dan pertimbangan-pertimbangan pemilihan . Penunjukan dan honorarium, Lingkup pekerjaan, Independensi, Pertimbangan Manajemen, Dekom dan Komite Audit.
Pembicara : Sriyadi, MM.,BAP.,BKP - Partner Kantor Akuntan Publik (KAP) Weddie Andriyanto & Rekan
11.00– 11.15 Coffee Break
Sesi 2 / 11.15 – 12.30
Problematik Hubungan Komite Audit dan Auditor Independen Pelaksanaan pemilihan dan pelaksanaan kerja.Temuan audit yang signifikan/ rekomendasi, Kinerja auditor extern
Pembicara : Drs. Kasmadi Adrianto - Komite Audit Bank BUMN, Mantan pejabat pengawasan Bank Indonesia
12.30 – 13.30 Lunch
Sesi 3 / 13.30 – 15.00
Lanjutan……………..
Kamis, 15 Oktober 2009
Sesi 1 / 09.00 – 10.30
Evaluasi Pelaksanaan Audit Kantor Akuntan Publik
Pembicara : DR. Cris Kuntadi,MM.,CPA - BPK RI
10.30 – 10.45 Coffee Break
Sesi 2 / 10.45 – 12.15
Review dan tindak lanjut Komite Audit terhadap Pelaporan Keuangan Auditor Independen, Kelayakan dari kebijakan akuntansi , Kewajiban pengungkapan
(Disclosure ), Kewajaran dan keseimbangan analisis pembahasan manajemen / review operasional
Pembicara : Bank Indonesia
RESERVASI
Segala informasi tentang Workshop dapat melalui :
Sdri. Rahma Hp.No: 08159927946 atau Sdri.Upik, Hp.No: 087887129954
Quality - Value - Innovation - Future Solutions Now - Jl. Burung Gereja SH No. 16 Bintaro Jaya Sektor 2, Jaksel 15412 Telepon & Fax : 021 - 7351946 HP : 08161905159 email : consulting.prima@yahoo.com
Friday, September 11, 2009
Monday, September 7, 2009
WORKSHOP ANALISIS CHARACTER UNTUK ACCOUNT OFFICER
Pendahuluan
Sebagaimana kita ketahui bahwa pendekatan analisis kredit pada umumnya menggunakan konsep 5C yaitu : Character, Capital, Capacity, Collateral dan Condition of Economy. Namun C yang pertama yaitu Character amat dangkal analisisnya ketimbang 4C hal ini akibat sedikitnya pengetahuan yang dimiliki oleh para analis kredit untuk mengakses kedalaman pengenalan Character seorang nasabah,. Workshop ini akan membedah lebih mendalam bagaimana seorang analis kredit menganalisa Character seorang nasabah/ calon nasabah kredit, karena baik dari penggunaan kredit sampai dengan pelunasan kredit akan sangat tergantung juga pada character debitur tersebut.
Workshop ini akan mengetengahkan betapa analisis kredit perbankan dari pendekatan analisis psikologi/ character tidak kalah pentingnya dan justru lebih menambah keamanan pemberian kredit karena dampak risiko character yang telah terditeksi secara psychologi secara dini. Dengan demikian kerugian bank dapat diminimalisir, dibanding pendekatan analisis kredit tradisional tanpa menganalisa aspek character secara mendalam.
Workshop ini juga akan mengetengahkan jurus-jurus analisis psikologis/ character yang perlu dilaksanakan sehingga analisis kredit akan lebih berbobot lagi.
Latar Belakang
Sekalipun konsep 5C adalah konsep standar analisis kredit dan telah dipergunakan selama bertahun-tahun, namun C yang pertama yaitu Character karena kurangnya informasi untuk mengakses menjadi kurang tercerna. Berbeda dengan Capital, Capacity, Collateral dan Condition of Economy dengan relative terbaca dari laporan keuangan maupun sumber tertulis lainnya.
Semenjak bertahun-tahun analisis kredit khusus untuk analisis faktor psikologis/ character menjadi terabaikan.
Tetapi sebetulnya sekarang ini masalah analisis kredit dari sisi psikologis/ character tidaklah sesulit masa lalu, karena sudah dapat dirumuskan perangkat analisisnya. Banyak hal yang positip yang dapat digali dan yang menjanjikan sebagai solusi dari risiko yang tadinya tersembunyi dibelakang faktor psikologis/ character yang akan memberikan tambahan rasa aman bagi kalangan perbankan, bahwa pemberian kredit dengan pendalaman yang wajar dari faktor psikologis/ character itu adalah sesuatu yang memberikan nilai tambah untuk kesempurnaan analisis kredit.
Tujuan dan Manfaat Workshop
Workshop ini bertujuan untuk memberikan nilai tambah atas kualitas analisis kredit dengan memberikan perangkat/ tools untuk menggali masalah di seputar analisis psikologis/ character nasabah/ calon nasabah kredit, dan berupaya menjelaskan bahwa analisis psikologis bukanlah sesuatu yang sulit untuk dicerna dan tidaklah cukup beralasan untuk hanya memberikan ulasan psikologis/ character nasabah sekedarnya saja malahan sekarang analisis kredit dari sudut psikologis adalah sesuatu yang dimungkinkan sejalan dengan konsep 5C yang berimbang.
Pada akhirnya, analis kredit Bank tentu menginginkan :
• Dapat bekerja lebih professional lagi dengan memberikan analisis 5C yang
berimban
• Dapat memastikan bahwa semua aktivitas pemberian kredit bank khusus dari sudut
analisis risiko psikologis/ character cukup terakses dengan baik dan ketentuan -
ketentuan umum manajemen risiko perkreditan menjadi dipenuhi.
Waktu Pelaksanaan
Hari : Rabu & Kamis
Tanggal : 7 & 8 Oktober 2009
Pukul : 08.00 – 16.00 Wib
Tempat : Hotel RedTop, Jl. Pecenongan No. 72, Jakarta
Instruktur
Workshop ini akan disajikan oleh :
• Dra. Lukna Harini, Psikolog & Senior Consultant
• Drs. Moch. Husni, MBA, Psikolog & Senior Consultant
• Pejabat Kredit Bank BUMN
Metode Penyajian
1. Untuk menanamkan pemahaman dan penghayatan peserta demi efektivitas pelaksanaan
pelatihan, penyajian materi kami sampaikan dengan cara :
2. Pemaparan singkat konsep bahasan
3. Diskusi interaktif dan diskusi antar peserta
4. Simulasi dan role play
5. Latihan
Peserta
Kabag Kredit, AO Kredit, Risk Officer dan SKAI Bank-Bank BUMN, Bank-Bank BPD, dan Bank-Bank Swasta.
JADWAL
Rabu, 7 Oktober 2009
09.00 – 10.30 Kedudukan 5C dalam analisa kredit dan Memahami Peran
Characternya - Pejabat Kredit Bank BUMN
10.30 – 10.45 Coffee Break
10.45 – 12.15 Memahami Personality Plus : untuk memperlancar proseskomunikasi -
Dra. Lukna Harini, Psikolog & Senior Consultant
12.15 – 13.15 Lunch
13.15 – 14.45 Penerapan konsep Personality Plus Teknik Interview Manager
Relationship/Account Officer terhadap Nasabah/ Calon Nasabah,
Probing Anamnese dan Riwayat Hidup Interviewee - Dra. Lukna Harini
14.45 – 15.00 Coffee Break
15.00 – 16.30 Latihan menyusun pertanyaan Dan Menafsirkan Quest Instruktur Untuk
Nasabah/ Calon Nasabah Anda - Drs. Moch. Husni, MBA,Psikolog &
Senior Consultant
Kamis, 8 Oktober 2009
09.00 – 10.30 Role Play Interview dan observasi dan menerima bahasa tubuh dalam
komunikasi - Drs. Moch. Husni, MBA , Psikolog & Senior Consultant
10.30 – 10.45 Break
10.45 – 12.15 Role Play (Lanjutan)
12.15 – 13.15 Lunch
SYARAT RESERVASI
Segala informasi tentang Workshop dapat melalui :
Sdri. Rahma Hp.No: 08159927946 atau Sdri.Upik, Hp.No: 087887129954
Sebagaimana kita ketahui bahwa pendekatan analisis kredit pada umumnya menggunakan konsep 5C yaitu : Character, Capital, Capacity, Collateral dan Condition of Economy. Namun C yang pertama yaitu Character amat dangkal analisisnya ketimbang 4C hal ini akibat sedikitnya pengetahuan yang dimiliki oleh para analis kredit untuk mengakses kedalaman pengenalan Character seorang nasabah,. Workshop ini akan membedah lebih mendalam bagaimana seorang analis kredit menganalisa Character seorang nasabah/ calon nasabah kredit, karena baik dari penggunaan kredit sampai dengan pelunasan kredit akan sangat tergantung juga pada character debitur tersebut.
Workshop ini akan mengetengahkan betapa analisis kredit perbankan dari pendekatan analisis psikologi/ character tidak kalah pentingnya dan justru lebih menambah keamanan pemberian kredit karena dampak risiko character yang telah terditeksi secara psychologi secara dini. Dengan demikian kerugian bank dapat diminimalisir, dibanding pendekatan analisis kredit tradisional tanpa menganalisa aspek character secara mendalam.
Workshop ini juga akan mengetengahkan jurus-jurus analisis psikologis/ character yang perlu dilaksanakan sehingga analisis kredit akan lebih berbobot lagi.
Latar Belakang
Sekalipun konsep 5C adalah konsep standar analisis kredit dan telah dipergunakan selama bertahun-tahun, namun C yang pertama yaitu Character karena kurangnya informasi untuk mengakses menjadi kurang tercerna. Berbeda dengan Capital, Capacity, Collateral dan Condition of Economy dengan relative terbaca dari laporan keuangan maupun sumber tertulis lainnya.
Semenjak bertahun-tahun analisis kredit khusus untuk analisis faktor psikologis/ character menjadi terabaikan.
Tetapi sebetulnya sekarang ini masalah analisis kredit dari sisi psikologis/ character tidaklah sesulit masa lalu, karena sudah dapat dirumuskan perangkat analisisnya. Banyak hal yang positip yang dapat digali dan yang menjanjikan sebagai solusi dari risiko yang tadinya tersembunyi dibelakang faktor psikologis/ character yang akan memberikan tambahan rasa aman bagi kalangan perbankan, bahwa pemberian kredit dengan pendalaman yang wajar dari faktor psikologis/ character itu adalah sesuatu yang memberikan nilai tambah untuk kesempurnaan analisis kredit.
Tujuan dan Manfaat Workshop
Workshop ini bertujuan untuk memberikan nilai tambah atas kualitas analisis kredit dengan memberikan perangkat/ tools untuk menggali masalah di seputar analisis psikologis/ character nasabah/ calon nasabah kredit, dan berupaya menjelaskan bahwa analisis psikologis bukanlah sesuatu yang sulit untuk dicerna dan tidaklah cukup beralasan untuk hanya memberikan ulasan psikologis/ character nasabah sekedarnya saja malahan sekarang analisis kredit dari sudut psikologis adalah sesuatu yang dimungkinkan sejalan dengan konsep 5C yang berimbang.
Pada akhirnya, analis kredit Bank tentu menginginkan :
• Dapat bekerja lebih professional lagi dengan memberikan analisis 5C yang
berimban
• Dapat memastikan bahwa semua aktivitas pemberian kredit bank khusus dari sudut
analisis risiko psikologis/ character cukup terakses dengan baik dan ketentuan -
ketentuan umum manajemen risiko perkreditan menjadi dipenuhi.
Waktu Pelaksanaan
Hari : Rabu & Kamis
Tanggal : 7 & 8 Oktober 2009
Pukul : 08.00 – 16.00 Wib
Tempat : Hotel RedTop, Jl. Pecenongan No. 72, Jakarta
Instruktur
Workshop ini akan disajikan oleh :
• Dra. Lukna Harini, Psikolog & Senior Consultant
• Drs. Moch. Husni, MBA, Psikolog & Senior Consultant
• Pejabat Kredit Bank BUMN
Metode Penyajian
1. Untuk menanamkan pemahaman dan penghayatan peserta demi efektivitas pelaksanaan
pelatihan, penyajian materi kami sampaikan dengan cara :
2. Pemaparan singkat konsep bahasan
3. Diskusi interaktif dan diskusi antar peserta
4. Simulasi dan role play
5. Latihan
Peserta
Kabag Kredit, AO Kredit, Risk Officer dan SKAI Bank-Bank BUMN, Bank-Bank BPD, dan Bank-Bank Swasta.
JADWAL
Rabu, 7 Oktober 2009
09.00 – 10.30 Kedudukan 5C dalam analisa kredit dan Memahami Peran
Characternya - Pejabat Kredit Bank BUMN
10.30 – 10.45 Coffee Break
10.45 – 12.15 Memahami Personality Plus : untuk memperlancar proseskomunikasi -
Dra. Lukna Harini, Psikolog & Senior Consultant
12.15 – 13.15 Lunch
13.15 – 14.45 Penerapan konsep Personality Plus Teknik Interview Manager
Relationship/Account Officer terhadap Nasabah/ Calon Nasabah,
Probing Anamnese dan Riwayat Hidup Interviewee - Dra. Lukna Harini
14.45 – 15.00 Coffee Break
15.00 – 16.30 Latihan menyusun pertanyaan Dan Menafsirkan Quest Instruktur Untuk
Nasabah/ Calon Nasabah Anda - Drs. Moch. Husni, MBA,Psikolog &
Senior Consultant
Kamis, 8 Oktober 2009
09.00 – 10.30 Role Play Interview dan observasi dan menerima bahasa tubuh dalam
komunikasi - Drs. Moch. Husni, MBA , Psikolog & Senior Consultant
10.30 – 10.45 Break
10.45 – 12.15 Role Play (Lanjutan)
12.15 – 13.15 Lunch
SYARAT RESERVASI
Segala informasi tentang Workshop dapat melalui :
Sdri. Rahma Hp.No: 08159927946 atau Sdri.Upik, Hp.No: 087887129954
Friday, August 14, 2009
Tuesday, July 28, 2009
WORKSHOP PENINGKATAN PROFESIONALITAS SEKRETARIS DIREKSI
LATAR BELAKANG
Pada zaman seperti sekarang ini Sekretaris merupakan suatu profesi yang tidak dipandang remeh. Profesi ini memiliki masa depan cerah. Walaupun perkembangan teknologi semakin berkembang dan alat alat perkantoran canggih yang dapat menggantikan fungsi sekretaris terus diperkenalkan setiap saat, “sentuhan” tangan terampil dan buah pikiran cerdas seorang sekretaris tetap diperlukan sampai kapanpun.
Eksistensi dan fungsi sekretaris tidaklah sekedar pihak yang membantu pimpinan saja. Sekretaris saat ini merupakan subjek penting dalam sebuah perusahaan / organisasi.
Selain membantu kelancaran pelaksanaan tugas pimpinan sekretaris juga bertindak sebagai duta perusahaan baik dalam berhubungan dengan klien perusahaan maupun dengan masyarakat umum yang berhubungan dengan kepentingan perusahaan. Ketika berhadapan dengan klien, seorang sekretaris tidak hanya bertindak mewakili pribadinya, tetapi merupakan wakil perusahaan. Saat mengikuti kegiatan dengan klien, penampilan harus dijaga dengan benar, jangan sampai ketidakpantasan dalam berpenampilan akan menurunkan citra perusahaan.
Seorang Sekretaris Direksi hendaknya dapat menunjang aktifitas Direksi karena peran Direksi sangat menentukan didalam kemajuan perusahaan dan pencapaian tujuan perusahaan.
Untuk itu Sekretaris Direksi perlu dibekali dengan pengetahuan :
• Undang undang Perseroan Terbatas tentang tugas dan wewenang Direksi
• Pengetahuan kesekretariatan
• Pengetahuan, pengorganisasian dan komunikasi karena fungsi Sekretaris yang
merupakan perantara antar pihak Direksi dengan pihak luar, maupun Direksi dengan
pejabat-pejabat intern.
• Pengetahuan mengenai masalah etika pergaulan karena Direksi yang sering melalui
Sekretaris berhubungan dengan orang-orang yang penting didalam organisasi
• Pengetahuan Adi Busana agar penampilan sekretaris selalu dalam keadaan menarik.
TUJUAN DAN MANFAAT
Untuk meningkatkan professionalitas Sekretaris Direksi sehingga dapat membantu tugas tugas Direksi didalam menjalankan perusahaan. Selain itu menambah wawasan serta pengetahuan sekretaris agar dapat menunjang kinerja profesionalnya.
PESERTA
Untuk siapa workshop ini diperuntukkan :
Sekretaris Direksi, Sekretaris General Manager dan setingkat, serta pejabat pejabat didalam Biro Direksi dan pejabat dibawah Corporate Secretary pada Bank BUMN maupun Bank Swasta, BUMN, serta perusahaan swasta.
WAKTU PELAKSANAAN
Hari : Rabu & Kamis
Tanggal : 19 & 20 Agustus 2009
Pukul : 08.30 - 16.00 WIB
Tempat : Hotel RedTop
Jl. Pecenongan No. 72, Jakarta
JADWAL
Rabu, 19 Agustus 2009
08.30 – 08.45 Register Peserta
08.45 – 09.00 Pembukaan Oleh Chairman Prima Consulting
Sesi 1
09.00 – 10.30 Tugas dan Wewenang Direksi Sesuai Undang Undang No. 40/2006
oleh Sutito, SH, MH - Advokat/Auditor Hukum, Managing Partner SGS
Consulting Law Office, Dosen Pascasarjana UGM
10.30 – 10.45 Coffee Break
Sesi 2
10.45 – 12.15 Panduan Menjadi Sekretaris Profesional
oleh Nani Nuraeni, S.Sos , Penulis & Staf Pengajar Akademi Sekretaris
12.15 – 13.15 Lunch
Sesi 3
13.15 – 14.45 Komunikasi Efektif untuk Sekretaris Direksi
Magdalena Wenas, MA - Konsultan Komunikasi
14.45 – 15.00 Coffee Break
Sesi 4
15.00 – 16.30 Etika Pergaulan untuk Sekretaris Direksi
oleh Ir. Ellen Tendean - Senior Trainer pada John Robert Power
Kamis, 20 Agustus 2009
Sesi 1
09.00 – 10.30 Kesekretariatan Untuk Sekretaris Direksi
oleh Ir. Ivonne Pongoh, M.Si - Staf Pengajar Lembaga Administrasi
Negara (LAN)
10.30 – 10.45 Coffee Break
Sesi 2
10.45 – 12.15 Busana untuk Sekretaris Direksi
oleh Ayu Dyah Pasha - Fasilitator Grooming & Etiket
12.15 – 13.15 Lunch
Sesi 3
13.15 – 14.45 Diskusi : Sharing Pengalaman Menjadi Sekretaris Direksi Rina R.
Saptadji - Ketua Badan Pengurus Ikatan Alumni Sekretaris Tarakanita
Sekretaris Direksi dari Perusahaan Terkemuka
14.45 - Selesai Penutupan dilanjutkan Coffee Break
RESERVASI
Segala informasi tentang Workshop dapat melalui :
Sdri. Rahma Hp.No: 08159927946 atau Sdri.Upik, Hp.No: 087887129954
Pada zaman seperti sekarang ini Sekretaris merupakan suatu profesi yang tidak dipandang remeh. Profesi ini memiliki masa depan cerah. Walaupun perkembangan teknologi semakin berkembang dan alat alat perkantoran canggih yang dapat menggantikan fungsi sekretaris terus diperkenalkan setiap saat, “sentuhan” tangan terampil dan buah pikiran cerdas seorang sekretaris tetap diperlukan sampai kapanpun.
Eksistensi dan fungsi sekretaris tidaklah sekedar pihak yang membantu pimpinan saja. Sekretaris saat ini merupakan subjek penting dalam sebuah perusahaan / organisasi.
Selain membantu kelancaran pelaksanaan tugas pimpinan sekretaris juga bertindak sebagai duta perusahaan baik dalam berhubungan dengan klien perusahaan maupun dengan masyarakat umum yang berhubungan dengan kepentingan perusahaan. Ketika berhadapan dengan klien, seorang sekretaris tidak hanya bertindak mewakili pribadinya, tetapi merupakan wakil perusahaan. Saat mengikuti kegiatan dengan klien, penampilan harus dijaga dengan benar, jangan sampai ketidakpantasan dalam berpenampilan akan menurunkan citra perusahaan.
Seorang Sekretaris Direksi hendaknya dapat menunjang aktifitas Direksi karena peran Direksi sangat menentukan didalam kemajuan perusahaan dan pencapaian tujuan perusahaan.
Untuk itu Sekretaris Direksi perlu dibekali dengan pengetahuan :
• Undang undang Perseroan Terbatas tentang tugas dan wewenang Direksi
• Pengetahuan kesekretariatan
• Pengetahuan, pengorganisasian dan komunikasi karena fungsi Sekretaris yang
merupakan perantara antar pihak Direksi dengan pihak luar, maupun Direksi dengan
pejabat-pejabat intern.
• Pengetahuan mengenai masalah etika pergaulan karena Direksi yang sering melalui
Sekretaris berhubungan dengan orang-orang yang penting didalam organisasi
• Pengetahuan Adi Busana agar penampilan sekretaris selalu dalam keadaan menarik.
TUJUAN DAN MANFAAT
Untuk meningkatkan professionalitas Sekretaris Direksi sehingga dapat membantu tugas tugas Direksi didalam menjalankan perusahaan. Selain itu menambah wawasan serta pengetahuan sekretaris agar dapat menunjang kinerja profesionalnya.
PESERTA
Untuk siapa workshop ini diperuntukkan :
Sekretaris Direksi, Sekretaris General Manager dan setingkat, serta pejabat pejabat didalam Biro Direksi dan pejabat dibawah Corporate Secretary pada Bank BUMN maupun Bank Swasta, BUMN, serta perusahaan swasta.
WAKTU PELAKSANAAN
Hari : Rabu & Kamis
Tanggal : 19 & 20 Agustus 2009
Pukul : 08.30 - 16.00 WIB
Tempat : Hotel RedTop
Jl. Pecenongan No. 72, Jakarta
JADWAL
Rabu, 19 Agustus 2009
08.30 – 08.45 Register Peserta
08.45 – 09.00 Pembukaan Oleh Chairman Prima Consulting
Sesi 1
09.00 – 10.30 Tugas dan Wewenang Direksi Sesuai Undang Undang No. 40/2006
oleh Sutito, SH, MH - Advokat/Auditor Hukum, Managing Partner SGS
Consulting Law Office, Dosen Pascasarjana UGM
10.30 – 10.45 Coffee Break
Sesi 2
10.45 – 12.15 Panduan Menjadi Sekretaris Profesional
oleh Nani Nuraeni, S.Sos , Penulis & Staf Pengajar Akademi Sekretaris
12.15 – 13.15 Lunch
Sesi 3
13.15 – 14.45 Komunikasi Efektif untuk Sekretaris Direksi
Magdalena Wenas, MA - Konsultan Komunikasi
14.45 – 15.00 Coffee Break
Sesi 4
15.00 – 16.30 Etika Pergaulan untuk Sekretaris Direksi
oleh Ir. Ellen Tendean - Senior Trainer pada John Robert Power
Kamis, 20 Agustus 2009
Sesi 1
09.00 – 10.30 Kesekretariatan Untuk Sekretaris Direksi
oleh Ir. Ivonne Pongoh, M.Si - Staf Pengajar Lembaga Administrasi
Negara (LAN)
10.30 – 10.45 Coffee Break
Sesi 2
10.45 – 12.15 Busana untuk Sekretaris Direksi
oleh Ayu Dyah Pasha - Fasilitator Grooming & Etiket
12.15 – 13.15 Lunch
Sesi 3
13.15 – 14.45 Diskusi : Sharing Pengalaman Menjadi Sekretaris Direksi Rina R.
Saptadji - Ketua Badan Pengurus Ikatan Alumni Sekretaris Tarakanita
Sekretaris Direksi dari Perusahaan Terkemuka
14.45 - Selesai Penutupan dilanjutkan Coffee Break
RESERVASI
Segala informasi tentang Workshop dapat melalui :
Sdri. Rahma Hp.No: 08159927946 atau Sdri.Upik, Hp.No: 087887129954
Friday, July 10, 2009
WORKSHOP ASPEK-ASPEK PSIKOLOGI HUBUNGAN ANTAR MANUSIA DALAM KEGIATAN AUDIT INTERN
LATAR BELAKANG
Institusi audit intern merupakan fungsi staf yang dalam kegiatannya melakukan penilaian (appraisal), analisis dan membuat laporan atas kegiatan tersebut. Dia berkomunikasi dan berinteraksi dengan berbagai level manajemen yang juga adalah auditee-nya.
Masih kita jumpai para auditor intern yang punya hambatan psikologis dalam melaksanakan tugasnya seperti kurang memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik dan efektif dengan auditee-nya. Hal ini sangat mengganggu pelaksanaan tugasnya. Padahal pengetahuan yang dituntut dalam pelaksanaan tugas audit intern disamping pengetahuan tentang operasi perusahaan dan pengetahuan auditnya, adalah mutlak seorang auditor intern harus memiliki kematangan psikologis dan kemampuan komunikasi yang baik dengan auditeenya. Hubungan keduanya bukanlah seperti hubungan antara jaksa dan pesakitan, namun keduanya melakukan hubungan kerja biasa yang tujuannya sesuai Standar Audit Intern yakni untuk menciptakan perusahaan sehat dan berkembang. Adapun bila terjadi perbedaan sudut pandang antara auditor dan auditee adalah wajar saja, karena hakikatnya tujuannya adalah sama untuk kepentingan perusahaan.
Untuk mengantisipasi berbagai problematik psikologis dalam hubungan antara auditor dan auditee ini, seharusnya para auditor memiliki pengetahuan yang cukup tentang aspek hubungan antar manusia agar pelaksanaan tugasnya dapat berjalan dengan baik.
Workshop ini ingin mendorong keberhasilan para auditor intern agar mampu mengolah masukan yang diperolehnya menjadi suatu keluaran yang bermakna, metode dan prosedure yang dipergunakan dalam tugasnya serta bagaimana proses interaksi kerjasama yang terjadi di antara dirinya dengan kelompok.
Untuk mendukung keberhasilan tugas tersebut, paradigma yang perlu dipahami para auditor internal yaitu:
• Standar Perilaku Auditor Internal
• Peran sebagai problem solver/ trouble shooter (penyelesai masalah)
• Peran sebagai conflict resolution (penyelesai konflik)
• Peran sebagai interviewer
• Peran sebagai negotiator dan communicator
• Peran sebagai penegak kebijakan ketimbang jadi polisi
Dalam upaya mencapai paradigma tersebut, profesionalisme para auditor intern dituntut untuk selalu ditumbuh kembangkan. Dalam hubungan ini, auditor intern sendiri atau bersama sama harus memiliki; pengetahuan yang relevan dengan kegiatan audit, sikap mental dan etika yang baik, kualitas professionalisme, kemahiran profesional serta kemampuan untuk berinteraksi dan komunikasi.
Workshop untuk Auditor Internal ini dirancang secara khusus untuk mendorong bertumbuhnya paradigma tersebut.
TUJUAN
1.Memberi bekal tentang hal-hal yang berkaitan dengan hubungan interpersonal dalam dunia audit intern beserta problematiknya serta mampu menempatkan masalah pada tempatnya yang pas.
2.Memberikan bekal tentang bagaimana hubungan antara auditor dan auditee di bangun dengan sehat.
3.Mengubah cara pandang lama dari kegiatan para auditor internal ke paradigma
Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan para peserta dapat :
•Memahami dan menghayati peran dan pentingnya keterampilan komunikasi interpersonal dengan auditee dan anggota manajemen yang lainnya.
•Memahami prinsip-prinsip komunikasi termasuk dukungan komunikasi intrapersonal terhadap komunikasi interpersonal
•Mampu mengkomunikasikan gagasan dan perasaan
•Membangun keterampilan mendengarkan dan menanggapi
•Memahami tanggapan yang membantu
•Memahami tanggapan bermasalah
•Mampu membangun komunikasi yang bersifat persuasif
•Mampu bertindak asertif (tegas)
PENDEKATAN
Kuliah Klasikal, Diskusi, Tanya-Jawab, Role Play dan Studi Kasus.
PESERTA
Auditor Internal, SPI, SKAI & Komite Audit :
• BUMN, BUMS, BUMD
• Bank Pemerintah, Bank Swasta, Bank BPD
• Compliance & Risk Management
• Kontrol Intern
INSTRUKTUR
Para Instruktur yang terlibat dalam workshop ini adalah psikolog senior dan auditor yang berpengalam luas, serta sering bertindak sebagai instruktur serta menulis berbagai buku dan artikel tentang audit, control dan inspeksi. antara lain ;
Khairiansyah Salman.
Lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) Jakarta tahun 1991 ini memulai karirnya pada tahun yang sama, dengan menjadi Auditor pada Badan Pemeriksa Keuangan RI. Selama berada di BPK, kurang lebih 15 tahun, banyak melaksanakan audit yang berkaitan dengan pengungkapan kasus-kasus melalui berbagai Audit Investigatif. Mulai dari Kasus Korupsi pada BLBI, BUMN, Departemen Pemerintahan dan terakhir menjadi tokoh yang berperan dalam pengungkapan kasus korupsi pada Komisi Pemilihan Umum. Selain menjadi auditor investigatif, penerima INTEGRITY AWARD ini, juga memiliki kompetensi Trainer yang telah disertifikasi oleh INTOSAI Development Initiative (Organisasi BPK-sedunia) sebagai Training Specialist. Setelah meninggalkan BPK, saat ini aktif sebagai konsultan audit dan anti fraud dan Konsultan Lepas untuk Pengawasan Pengelolaan Keuangan Daerah di beberapa Pemda dan DPRD propinsi dan Kabupaten/Kota. Pria energik ini juga aktif sebagai nara sumber, trainer/fasilitator di berbagai workshop, seminar (Tercatat selama dua tahun terakhir menjadi pembicara di lebih dari seratus event) di bidang akuntansi, keuangan, auditing dan pemberantasan korupsi.
Drs. Moch. Husni, MBA.
Psikolog lulusan Fakultas Psikologi Unpad. Menyelesaikan program WM – LLPM dan program MBA – LPPM. Dalam aktivitas dalam kegiatan bisnis telah mengembangkan dan memanfaatkan TFT (Thinking-Feeling Processing) Concept kebidang pekerjaan yang di emban. TFP adalah konsep yang dikembangkan untuk memahami dengan baik berbagai persoalan menyangkut tingkah laku manusia. Bagaimana mengubah dan membentuk sikap dan tingkah laku manusia yang perlu kita pahami. TFP Concept sangat berguna dalam menangani berbagai masalah menyangkut perubahan dan pembentukan sikap dan tingkah laku manusia. Pemanfaatannya akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan tugas pekerjaan terkait.
Yang bersangkutan sering sebagai penyelenggara pelatihan dan diskusi intensif, juga melaksanakan bimbingan dan pendampingan langsung dalam penerapan TFP Concept di berbagai bidang,termasuk dalam pengembangan SDM Auditor intern, memiliki keberanian yang terarah dalam melalui pelaksanaan pendampingan.
Tjukria P. Tawa
Berpengalaman luas dalam kegiatan audit intern Bank, baik sebagai kepala SKAI maupun sebagai komite audit, menulis Buku Audit Intern Bank yg diterbitkan Penerbit Salemba Empat dalam 2 jilid, sebagai instruktur dalam kegiatan pelatihan audit. Sering melakukan review ekstern SKAI bank antara lain sebagai anggota Komite Audit Bank Ekspor Indonesia 2003-2004, Team Review Ekstern terhadap Satuan Kerja Audit Intern Bank Ekspor Indoneisa (2008), Bank BTN (2006), Bank Panin (2005), Bank Niaga (2008), Bank Windu (2008), Bank BNI (2003), Bank China Trust Indonesia, (2003) PT Bank Finconesia Desember 2001-Februari 2002, 2005 dan 2008, Bank BPD Aceh (2002 dan 2005) , Bank DKI, Bank BPD Bali, Bank BPD Kaltim, Bank Bali Tbk. (2002), Bank Dipo Internasional 2002, 2005 dan 2008.
WAKTU DAN TEMPAT
Seminar 2 (dua) hari akan kami selenggarakan pada :
Hari : Kamis & Jumat
Tanggal : 30 & 31 Juli 2009
Waktu : Mulai pukul 08.30 WIB – selesai
Tempat : Hotel Millenium Sirih
Jl. Fachruddin No. 3, Tanah Abang – Jakarta Pusat
JADWAL ACARA
Kamis, 30 Juli 2009
Sesi 1
09.00 – 09.45 Problematik Dalam Mengaplikasikan Standar Perilaku
Auditor Internal - Drs. Tjukria P. Tawaf/Direktur Prima Consulting
09.45 – 10.00 Coffee Break
Sesi 2
10.00 – 11.30 Auditor dan Manajemen Perubahan
• Memperkenalkan Perubahan
• Feed Back - Drs. Moch. Husni/ MBA Psikolog
11.30 – 12.30 Lunch
Sesi 3
12.30 – 14.00 Memahami Auditee Anda :
Teori Kepribadian dan Karakterogi, mengenai berbagai penyimpangan
perilaku kepribadian - Drs. Moch. Husni
14.00 – 14.15 Coffee Break
Sesi 4
14.15 – 15.45 Memahami Auditee Anda :
Mengenal Penyimpangan Perilaku & Kepribadian -Drs. Moch. Husni, MBA
Jumat, 31 Juli 2009
Sesi 1
08.30 – 10.00 Komunikasi Yang Efektif dalam Kegiatan Auditing
• Mengelola Konflik & Cara Mengatasinya Khairiansyah Salman, SE, Akt
Audit Investigative Specialist
10.00 – 10.15 Coffee Break
Sesi 2
10.15 – 11.30 Komunikasi Yang Efektif dalam Kegiatan Auditing
• Komunikasi Auditor Intern terhadap Auditee dalam Proses Audit dan
Konsultasi - Khairiansyah Salman, SE, Akt
11.30 – 13.30 Lunch & Shalat Jumat
Sesi 3
13.30 – 15.00 Komunikasi Yang Efektif dalam Kegiatan Auditing
• Menjadi saksi dalam proses hukum atas Kasus yang berindikasi
kecurangan - Kudit Investigative Specialist
15.00 – 15.15 Coffee Break – Selesai
SYARAT RESERVAS
Segala informasi tentang Workshop dapat melalui :
Sdri. Rahma Hp.No: 08159927946 atau Sdri.Upik, Hp.No: 087887129954
Institusi audit intern merupakan fungsi staf yang dalam kegiatannya melakukan penilaian (appraisal), analisis dan membuat laporan atas kegiatan tersebut. Dia berkomunikasi dan berinteraksi dengan berbagai level manajemen yang juga adalah auditee-nya.
Masih kita jumpai para auditor intern yang punya hambatan psikologis dalam melaksanakan tugasnya seperti kurang memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik dan efektif dengan auditee-nya. Hal ini sangat mengganggu pelaksanaan tugasnya. Padahal pengetahuan yang dituntut dalam pelaksanaan tugas audit intern disamping pengetahuan tentang operasi perusahaan dan pengetahuan auditnya, adalah mutlak seorang auditor intern harus memiliki kematangan psikologis dan kemampuan komunikasi yang baik dengan auditeenya. Hubungan keduanya bukanlah seperti hubungan antara jaksa dan pesakitan, namun keduanya melakukan hubungan kerja biasa yang tujuannya sesuai Standar Audit Intern yakni untuk menciptakan perusahaan sehat dan berkembang. Adapun bila terjadi perbedaan sudut pandang antara auditor dan auditee adalah wajar saja, karena hakikatnya tujuannya adalah sama untuk kepentingan perusahaan.
Untuk mengantisipasi berbagai problematik psikologis dalam hubungan antara auditor dan auditee ini, seharusnya para auditor memiliki pengetahuan yang cukup tentang aspek hubungan antar manusia agar pelaksanaan tugasnya dapat berjalan dengan baik.
Workshop ini ingin mendorong keberhasilan para auditor intern agar mampu mengolah masukan yang diperolehnya menjadi suatu keluaran yang bermakna, metode dan prosedure yang dipergunakan dalam tugasnya serta bagaimana proses interaksi kerjasama yang terjadi di antara dirinya dengan kelompok.
Untuk mendukung keberhasilan tugas tersebut, paradigma yang perlu dipahami para auditor internal yaitu:
• Standar Perilaku Auditor Internal
• Peran sebagai problem solver/ trouble shooter (penyelesai masalah)
• Peran sebagai conflict resolution (penyelesai konflik)
• Peran sebagai interviewer
• Peran sebagai negotiator dan communicator
• Peran sebagai penegak kebijakan ketimbang jadi polisi
Dalam upaya mencapai paradigma tersebut, profesionalisme para auditor intern dituntut untuk selalu ditumbuh kembangkan. Dalam hubungan ini, auditor intern sendiri atau bersama sama harus memiliki; pengetahuan yang relevan dengan kegiatan audit, sikap mental dan etika yang baik, kualitas professionalisme, kemahiran profesional serta kemampuan untuk berinteraksi dan komunikasi.
Workshop untuk Auditor Internal ini dirancang secara khusus untuk mendorong bertumbuhnya paradigma tersebut.
TUJUAN
1.Memberi bekal tentang hal-hal yang berkaitan dengan hubungan interpersonal dalam dunia audit intern beserta problematiknya serta mampu menempatkan masalah pada tempatnya yang pas.
2.Memberikan bekal tentang bagaimana hubungan antara auditor dan auditee di bangun dengan sehat.
3.Mengubah cara pandang lama dari kegiatan para auditor internal ke paradigma
Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan para peserta dapat :
•Memahami dan menghayati peran dan pentingnya keterampilan komunikasi interpersonal dengan auditee dan anggota manajemen yang lainnya.
•Memahami prinsip-prinsip komunikasi termasuk dukungan komunikasi intrapersonal terhadap komunikasi interpersonal
•Mampu mengkomunikasikan gagasan dan perasaan
•Membangun keterampilan mendengarkan dan menanggapi
•Memahami tanggapan yang membantu
•Memahami tanggapan bermasalah
•Mampu membangun komunikasi yang bersifat persuasif
•Mampu bertindak asertif (tegas)
PENDEKATAN
Kuliah Klasikal, Diskusi, Tanya-Jawab, Role Play dan Studi Kasus.
PESERTA
Auditor Internal, SPI, SKAI & Komite Audit :
• BUMN, BUMS, BUMD
• Bank Pemerintah, Bank Swasta, Bank BPD
• Compliance & Risk Management
• Kontrol Intern
INSTRUKTUR
Para Instruktur yang terlibat dalam workshop ini adalah psikolog senior dan auditor yang berpengalam luas, serta sering bertindak sebagai instruktur serta menulis berbagai buku dan artikel tentang audit, control dan inspeksi. antara lain ;
Khairiansyah Salman.
Lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) Jakarta tahun 1991 ini memulai karirnya pada tahun yang sama, dengan menjadi Auditor pada Badan Pemeriksa Keuangan RI. Selama berada di BPK, kurang lebih 15 tahun, banyak melaksanakan audit yang berkaitan dengan pengungkapan kasus-kasus melalui berbagai Audit Investigatif. Mulai dari Kasus Korupsi pada BLBI, BUMN, Departemen Pemerintahan dan terakhir menjadi tokoh yang berperan dalam pengungkapan kasus korupsi pada Komisi Pemilihan Umum. Selain menjadi auditor investigatif, penerima INTEGRITY AWARD ini, juga memiliki kompetensi Trainer yang telah disertifikasi oleh INTOSAI Development Initiative (Organisasi BPK-sedunia) sebagai Training Specialist. Setelah meninggalkan BPK, saat ini aktif sebagai konsultan audit dan anti fraud dan Konsultan Lepas untuk Pengawasan Pengelolaan Keuangan Daerah di beberapa Pemda dan DPRD propinsi dan Kabupaten/Kota. Pria energik ini juga aktif sebagai nara sumber, trainer/fasilitator di berbagai workshop, seminar (Tercatat selama dua tahun terakhir menjadi pembicara di lebih dari seratus event) di bidang akuntansi, keuangan, auditing dan pemberantasan korupsi.
Drs. Moch. Husni, MBA.
Psikolog lulusan Fakultas Psikologi Unpad. Menyelesaikan program WM – LLPM dan program MBA – LPPM. Dalam aktivitas dalam kegiatan bisnis telah mengembangkan dan memanfaatkan TFT (Thinking-Feeling Processing) Concept kebidang pekerjaan yang di emban. TFP adalah konsep yang dikembangkan untuk memahami dengan baik berbagai persoalan menyangkut tingkah laku manusia. Bagaimana mengubah dan membentuk sikap dan tingkah laku manusia yang perlu kita pahami. TFP Concept sangat berguna dalam menangani berbagai masalah menyangkut perubahan dan pembentukan sikap dan tingkah laku manusia. Pemanfaatannya akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan tugas pekerjaan terkait.
Yang bersangkutan sering sebagai penyelenggara pelatihan dan diskusi intensif, juga melaksanakan bimbingan dan pendampingan langsung dalam penerapan TFP Concept di berbagai bidang,termasuk dalam pengembangan SDM Auditor intern, memiliki keberanian yang terarah dalam melalui pelaksanaan pendampingan.
Tjukria P. Tawa
Berpengalaman luas dalam kegiatan audit intern Bank, baik sebagai kepala SKAI maupun sebagai komite audit, menulis Buku Audit Intern Bank yg diterbitkan Penerbit Salemba Empat dalam 2 jilid, sebagai instruktur dalam kegiatan pelatihan audit. Sering melakukan review ekstern SKAI bank antara lain sebagai anggota Komite Audit Bank Ekspor Indonesia 2003-2004, Team Review Ekstern terhadap Satuan Kerja Audit Intern Bank Ekspor Indoneisa (2008), Bank BTN (2006), Bank Panin (2005), Bank Niaga (2008), Bank Windu (2008), Bank BNI (2003), Bank China Trust Indonesia, (2003) PT Bank Finconesia Desember 2001-Februari 2002, 2005 dan 2008, Bank BPD Aceh (2002 dan 2005) , Bank DKI, Bank BPD Bali, Bank BPD Kaltim, Bank Bali Tbk. (2002), Bank Dipo Internasional 2002, 2005 dan 2008.
WAKTU DAN TEMPAT
Seminar 2 (dua) hari akan kami selenggarakan pada :
Hari : Kamis & Jumat
Tanggal : 30 & 31 Juli 2009
Waktu : Mulai pukul 08.30 WIB – selesai
Tempat : Hotel Millenium Sirih
Jl. Fachruddin No. 3, Tanah Abang – Jakarta Pusat
JADWAL ACARA
Kamis, 30 Juli 2009
Sesi 1
09.00 – 09.45 Problematik Dalam Mengaplikasikan Standar Perilaku
Auditor Internal - Drs. Tjukria P. Tawaf/Direktur Prima Consulting
09.45 – 10.00 Coffee Break
Sesi 2
10.00 – 11.30 Auditor dan Manajemen Perubahan
• Memperkenalkan Perubahan
• Feed Back - Drs. Moch. Husni/ MBA Psikolog
11.30 – 12.30 Lunch
Sesi 3
12.30 – 14.00 Memahami Auditee Anda :
Teori Kepribadian dan Karakterogi, mengenai berbagai penyimpangan
perilaku kepribadian - Drs. Moch. Husni
14.00 – 14.15 Coffee Break
Sesi 4
14.15 – 15.45 Memahami Auditee Anda :
Mengenal Penyimpangan Perilaku & Kepribadian -Drs. Moch. Husni, MBA
Jumat, 31 Juli 2009
Sesi 1
08.30 – 10.00 Komunikasi Yang Efektif dalam Kegiatan Auditing
• Mengelola Konflik & Cara Mengatasinya Khairiansyah Salman, SE, Akt
Audit Investigative Specialist
10.00 – 10.15 Coffee Break
Sesi 2
10.15 – 11.30 Komunikasi Yang Efektif dalam Kegiatan Auditing
• Komunikasi Auditor Intern terhadap Auditee dalam Proses Audit dan
Konsultasi - Khairiansyah Salman, SE, Akt
11.30 – 13.30 Lunch & Shalat Jumat
Sesi 3
13.30 – 15.00 Komunikasi Yang Efektif dalam Kegiatan Auditing
• Menjadi saksi dalam proses hukum atas Kasus yang berindikasi
kecurangan - Kudit Investigative Specialist
15.00 – 15.15 Coffee Break – Selesai
SYARAT RESERVAS
Segala informasi tentang Workshop dapat melalui :
Sdri. Rahma Hp.No: 08159927946 atau Sdri.Upik, Hp.No: 087887129954
Saturday, June 20, 2009
PROPOSAL TRAINING PELAKSANAAN AUDIT INTERN BERDASARKAN RISK BASED AUDIT
Latar Belakang
Dalam pelaksanaan audit intern oleh SKAI, masih banyak kendala-kendala internal yang dihadapinya. Kendala internal SKAI tersebut antara lain; adanya pemahaman yang belum merata dari semua auditor dan staff SKAI terhadap perkembangan konsep dan aplikasi kegiatan audit intern. Dalam kaitannya dengan ini secara spesifik para auditor SKAI sangat perlu memahami dan mempunyai keterampilan yang merupakan teknis dalam melaksanakan audit intern, termasuk didalam menyikapi masalah, pengungkapan masalah sebagai temuan (Ikhtisar Temuan) dan Rekomendasi, Konfirmasi/klarifikasi temuan, Exit meeting, Pelaporan Hasil Audit dan Tindak Lanjut Hasil audit
Bank Indonesia telah mewajibkan bank umum untuk menerapkan Manajemen Risiko sesuai PBI No.5/8/PBI/2003 tanggal 19 Mei 2003. Latar belakang PBI tersebut adalah :
• Mendorong bank untuk melaksanakan Risk Management.
• Menciptakan kondisi dan infrastruktur pada bank sehingga sejalan dengan pengawasan Risk Based Supervision oleh Bank Indonesia
• Dalam perkembangan berikut yang merupakan tuntutan lebih jauh dari SKAI yaitu perlunya pelaksanaan audit intern dengan memperhatikan aspek-aspek risiko yang disebut "Risk Based Audit". Risk Based Audit merupakan fokus baru dari kegiatan Satuan kerja Audit Intern (SKAI) yang diharapkan dapat mendorong lebih banyak kinerja dari pada Satuan Kerja Audit Intern bank sehingga bermanfaat bagi bank.
Dalam rangka implementasi Manajemen Risiko tersebut, SKAI bertugas untuk melakukan penilaian terhadap sistem pengendalian intern dalam penerapan Manajemen Risiko. Sebagai bentuk dari penilaian tersebut maka metodologi pelaksanaan audit intern perlu dilakukan perubahan, yaitu dari audit berdasar kepatuhan (compliance audit) menjadi pelaksanaan audit berbasis risiko (risk based audit).
Dalam melaksanakan fungsi dimaksud, SKAI menggunakan metode/ pendekatan Audit Berbasis Risiko yaitu melakukan penilaian terhadap risiko-risiko yang melekat pada aktivitas fungsional (inherent risk) maupun mengevaluasi terhadap Sistem pengendalian risikonya (risk control system), disamping tetap harus memperhatikan ketentuan-ketentuan yang berlaku lainnya.
Pelaksanaan audit berbasis risiko meliputi prosedur dan langkah-langkah kerja sebagai berikut:
• Perencanaan Program Audit Tahunan (Macro Risk Assessment)
• Perencanaan Kegiatan Audit Intern (Micro Planning Activites).
• Pembahasan tentang temuan audit, Ikhtisar Temuan & Rekomendasi, Konfirmasi temuan, Exit meeting, Pelaporan Hasil Audit, Tindak Lanjut Hasil audit.
• Dibahas pula hal-hal yang berkaitan dengan kecurangan, serta pelaporannya.
Tujuan
Tujuan workshop ini adalah terutama mengantisipasi permasalahan yang sering terjadi dalam kegiatan audit intern, seperti :
• Auditor intern yang kurang mampu mengungkapkan masalah (temuan audit) dan menuangkannya dalam bentuk laporan, dengan kata lain laporan yang dihasilkan kurang dapat atau bahkan sulit dimengerti oleh pembaca atau penerima laporan sehingga menjadi basi karena terlalu lama dan kesulitan dalam menulis laporan.
• Auditor intern kurang dapat memilah masalah, (kasus/fraud atau biasa/regular) dan besar (serius) atau kecil (small/ignore), sehingga temuan audit menjadi bias atau mengambang.
• Pemahaman risk based yang perlu ditambah, karena kurang memahaminya risiko, berdampak kepada kurang dapat mengukur besar dan kecilnya suatu risiko, karena bisa terjadi besar nilainya tetapi efek risikonya rendah dan atau sebaliknya.
Untuk itu maka masalah panduan penulisan laporan audit, yang merinci unsur temuan yang harus dipenuhi perlu dipahami, seperti :
• Kondisi
• Kriteria
• Sebab
• Akibat
• Rekomendasi
Dengan demikian maka, SKAI dalam melakukan kegiatan auditnya yang memperhatikan aspek risiko ini, diharapkan akan :
• Melakukan audit secara lebih fokus pada aspek-aspek yang berisiko tinggi dan mengandung potential problem
• Terselenggaranya pola pengawasan yang lebih efektif dan terfokus melalui pemahaman yang tinggi atas auditee dan pemanfaatan sumberdaya yang ada secara optimal
• Pelaksanaan audit intern berjalan baik dengan pelaporan yang tepat sesuai dengan kebutuhan bank.
Manfaat
Dengan mengikuti training ini diharapkan para peserta:
• Peserta mampu melakukan identifikasi masalah, mengukur berat/ringannya risiko, dan memantau risiko yang dihadapi oleh bank, serta mampu memberikan masukan-masukan dalam rangka menerapkan pengendalian risiko
• Peserta mampu mengungkapkan masalah atau hasil temuan audit dalam bentuk laporan yang dapat dipahami dan tepat guna.
• Perserta mampu memberikan masukan-masukan dalam rangka menerapkan sistem pengendalian intern yang efektif
• Peserta dapat memberikan masukan-masukan untuk menetapkan prioritas obyek audit dalam penerapan Risk Based Internal Audit
• Peserta mampu mengoptimalkan sumber daya yang tersedia dalam penerapan Risk Based Internal Audit
• Peserta memiliki keahlian khusus dalam bidang manajemen risiko sehingga terjadi proses pembaharuan dalam internal audit yang pada akhirnya dapat tercapai efesiensi dan efektivitas pelaksanaan audit intern.
• Peserta melakukan pelaksanaan audit, baik audit rutin maupun khusus (fraud), pelaporan serta tindak lanjut audit dengan baik dan fokus.
Metode
Kuliah klasikal, Diskusi, Studi Kasus.
• Permasalahan , dianalisa, kemudian dipilah berdasar risikonya, kemudian peserta membuat laporan temuan audit (kondisi, kriteria, sebab, akibat, dan rekomendasi) selanjutnya membuat resume temuan audit yang akan di sampaikan kepada Direktur Utama/Direksi
• Demikian pula halnya dengan penanganan temuan audit yang bersifat kasus, seperti kecurangan/fraud, akan dibahas dalam training ini
Peserta
• Terutama petugas bank, para auditor intern pada Satuan Kerja Audit Intern (SKAI), atau yang bersangkutan dengan tugas pengawasan lainnya.
• Petugas bank yang terkait dengan SKAI seperti Risk Management, Compliance atau pejabat bank yang terkait lainnya
• Jumlah peserta disarankan tidak lebih dari 25 orang orang
Waktu
2 (dua) hari, dari pukul 08.30 WIB sampai dengan 16.00 WIB
Rencana Jadwal
Hari Pertama
Sesi 1 : Memahami Konsep Risk Based Internal Audit.
Perencanaan Program Audit Tahunan (Macro Risk Assessment)
Maksud & Tujuan, Identifikasi Risiko, Pengukuran Risiko, Faktor Risiko, Prioritas Risiko, Penentuan Bobot & Skala Risiko
Sesi 2 : Perencanaan Kegiatan Audit Intern (Micro Planning Activities).
Pendekatan Audit, Perencanaan kegiatan, Persiapan Audit dan Pendahuluan
Sesi 3 : Pelaksanaan Audit Intern , Temuan Audit
Sesi 4 : Ikhtisar Temuan & Rekomendasi,
Hari Kedua
Sesi 1 : Konfirmasi temuan, Exit meeting
Sesi 2 : Kecurangan (Fraud) : Audit & Pelaporannya
Sesi 3 : Pelaporan Hasil Audit, Tindak Lanjut Hasil audit
Instruktur
• Tjukria Prihadi Tawaf
Lulus Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran. Sering bertindak sebagai Leader dan Instruktur pada Workshops / Training / Seminar di berbagai Institusi terkemuka di Indonesia, seperti; Institut Bankir Indonesia, IPPM, Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, Universitas Airlangga, Universitas Islam Bandung, Rijanto Banking Consultant dan Kantor Akuntan Publik HLB Hadori Sugiarto Adi & Rekan. Sering bertindak sebagai instruktur dan penyelenggara training, termasuk training di berbagai bidang perbankan khususnya risk based audit.
Pernah bekerja di Bank Pemerintah selama lebih dari 15 tahun dan sebagai Internal Audit Division Head (Kepala SKAI) di salah satu bank swasta. Selain sebagai Managing Director di Prima Consulting Group, aktif juga sebagai penulis. Buku yang sudah diterbitkan berjudul “Audit Intern Bank” dalam dua jilid. Tulisannya mengenai bank, audit, service excellence, management dan bisnis, sering dimuat di berbagai penerbitan. Di Prima Consulting Group aktif sebagai Direktur sejak 2001 sampai sekarang.
• Eko Darmanto
Menyelesaikan pendidikan Postgraduate Diploma in Business Studies di Salford University, Manchester Inggeris dan lulus tahun 1994 dan memperoleh gelar Akuntan setelah lulus dari Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya Malang, pada tahun 1982. Disamping itu pernah mengikuti berbagai pelatihan, seminar dan workshop di dalam dan di luar negeri (Singapore, New York, San Fransisco, London, Zurich, Dusseldorf) antara lain dalam bidang: International Banking, International Trade (Export, Import, Bill Processing Centre), Treasury & Dealing Room, Information Technology, Domestic Banking, Investment Banking & Custodian, MIS & Branch Accounting dan Training in Banking, Risk Based Audit.
• PV.Indra Sutanto
Sebagai tambahan praktisi Internal Audit, lebih dari 15 tahun sebagai Internal Audit Bank Pemerintah, yang sebelumnya pada tahun 1979 sebagai Leader di KAP Surtarko dan saat ini sebagai project manager KAP HLB Hadori Sugiarto Adi & Rekan yang banyak melakukan Review SKAI Bank (termasuk bank asing dan bank campuran), special audit lembaga pembiayaan (Agreed Upon Procedure), financial duediligence, cash monitoring, general audit bank dan non bank (lembaga pembiayaan BUMN), pernah menangani Fraud Audit baik bank maupun non bank.
SYARAT RESERVASI
Segala informasi tentang Workshop dapat melalui : Sdri. Rahma Hp.No: 08159927946 atau Sdri.Upik, Hp.No: 087887129954
PRIMA CONSULTING GROUP : Jl. Gandaria III No.5A Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Phone: ( 021) 7245023, Fax :(021) 7245037, E-mail: primaaut @ cbn.net.id www.primaconsultinggroup.blogspot.com
Subscribe to:
Posts (Atom)